Nama Itu Penting

Advertisement
 “Apalah arti sebuah nama?

Inilah kata yang ditulis oleh Shakespeare dalam cerita romeo dan Juliet. Kata inipun sudah sering kita dengar dari mulut anak anak muda meskipun mereka tidak kenal siapa yang mengungkapkannya pertama kali.



Namun, seiring berjalannya waktu kata itu sepertinya semakin tidak bermakna lagi. Sekarang nama itu begitu berharga, begitu bernilai. Berapa harga logo NIKE, ADIDAS, COCA_COLA, JEANS,? Kalau kita tulis mungkin kita tidak bisa membaca kerena banyaknya nol yang berada dibelakangnya. Untuk bintang iklannya saja mereka membayar  milyaran rupiah, apakah kita masih berani bilang   “Apalah arti sebuah nama?

Diera selanjutnya, tidak hanya nama-nama dialam nyata saja yang melonjak harganya, di dunia maya juga terjadi hal yang sama, berapa harga domain SEX.COM? milyaran rupiah. Apakah suatu nama tidak ada artinya?

Mengingat pentingnya suatu nama, di setiap Negara sudah memiliki UU hak cipta tersendiri. Dimana orang yang pertama kali menemukan nama tersebut akan menjadi pemiliknya dengan hak paten, dan boleh mengambil keuntungan dari nama itu.

Berbeda dengan  Shakespeare, dalam Islam, nama merupakan hal yang sangat berharga.  Bahkan nama adalah doa yang berisi harapan masa depan si pemilik nama.  
Allah berfirman dalam surah al-hujarat: 11:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰ أَن يَكُونُوا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِّن نِّسَاءٍ عَسَىٰ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh Jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh Jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan Barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim.”

Ada 4 hal dari ayat tersebut yg bisa kita ambil hikmahnya:
1.      Jangan suka mengolok-olok orang, karena bisa jadi orang tersebut lebih baik (terutama di sisi ALLAH SWT),
2.      Jangan memanggil orang dg gelar (nama panggilan) yg buruk,
3.      Orang yg memanggil dg gelar yg buruk bisa menurunkan derajat keimanannya menjadi tingkat/level fasik,
4.      Lakukan taubat (nasuha), apabila kita pernah melakukan hal2 tersebut di atas.
Empat poin diatas adalah kesimpulan yang kita ambil secara tekstual, sedangkan secara kontekstual, dalam masalah nama, Islam sangat menghargai sebuah nama.

Juga tercatat pada masa khalifah Umar ada suatu cerita tentang masalah durhaka orang tua terhadap anaknya. Yaitun(salah satunya) karena tidak memberikan nama yang baik kepada anaknya.

Masihkah kita mengatakan “apa arti sebuah nama?”



Ads