Besarnya Cinta Mereka

Advertisement
Sudut Hukum | Kalau anda melihat seorang nenek yang terlihat ceria ketika bersama cucunya, itulah rasa sayang yang sesungguhnya. Bukan seperti rasa sayang para caleg. Anak-anak juga lebih senang berada didekat kakek dan neneknya ketimbang disamping orang tuanya, hal ini dikarenakan : anak-anak lebih menghargai waktu yang kita luangkan untuknya, ketimbang harta yang kita belanjakan untuknya.


Mengapa saya kali ini membuat posting tentang nenek? Tidak lain hanyalah karena saya salut membaca berita diserambi Indonesia kemarin. Awalnya saya sempat berburuk sangka kepada nenek itu, tapi setelah saya tahu yang sebenarnya saya terkagum-kagum.

Kenapa sempat berburuk sangka? Awalnya ketika say abaca judul berita diserambi, saya membayangkan kok ada seorang jamaah yang bertindak sebodoh itu, lebih-lebih itu bukan negerinya sendiri, sangat bodoh, mungkin jahil murakap. Seorang jamaah ditangkap karena menggunting kain penutup ka’bah.

Namaun hari ini, kata bodoh yang saya anggap kemaren menjadi rasa kagum yang luar biasa. Setelah beberapa media online mencoba mewawancarainya, sehingga saya tahu kenapa dia bertindak sebodoh itu.

foto: ibu Nurjannah 

Masalahnya simple saja, dia sedang mencariobat buat cucunya. Seorang anak yang sudah 4 tahun namun belum bisa berbicara, dia percaya dengan karamah yang ada pada kain itu mungkin akan bisa mengobati cucunya. Tidak peduli apa yang terjadi, yang penting cucunya bisa sembuh.

Bagaimana dengan cinta kita terhadap mereka ?

Ini adalah satu dari puluhan juta, yang tuhan nampakkan pada kita supaya kita tahu betapa mereka menyayangi kita. Tega mengorbankan waktu, rasa malu, biaya yang tidak sedikit untuk bisa mendapatkan secabit kain penutup ka’bah.

Liahat, berapa besar cinta mereka?, apakah kita pernah melakukan hal yang nilainya sama dengan yang mereka lakukan? Saya rasa tidak, kalaupun ada sangatlah sedikit. Bagaimana sikap kita ketika mereka menyuruh kita melakukan sesuatu, seperti membantu mereka? Dan apakah kalian rela mengorbankan janji yang telah kalian buat dengan orang lain jika bertentangan dengan kepentingan mereka?


Saya berani menjamin, kita lebih mementingkan orang lain ketimbang mereka. Wahai saudaraku, bukalah mata, lihat, Allah sedang memberitahu kita berapa cinta mereka terhadap kita, lewat pencuri penutup kain ka’bah. Bukalah mata sebelum terlambat, karena tidak aka nada gunannya jika kita membuka mata setelah mereka menutup mata.[]
Ads