In politics, No Friends No Enemy

Advertisement
Menjelang PEMILU 2014 banyak sekali berita-berita yang kurang menyenangkan. meskipun sudah damai, Aceh masih berada dalam konflik. Posting ini hanya ingin mengingatkan mereka yang suka memposisikan diri dalam arena politik, padahal sebanarnya mereka itu bukan siapa-siapa. 

Maksud kami bukan siapa-siapa adalah " tidak mendapatkan untung apa-apa" dari apa yang dilakukan.  Seandainya orang yang dibela itu menang dalam PEMILU, mereka tetap akan bernasib sama. 

Untuk langkah pertama, anda harus tahu bahwa teori dasar dalam politik adalah  "No Friend, No Enemy"., atau saya sebut saja ungkapan yang sudah umum " Tidak ada persahabatan yang abadi, yang ada hanya kepentingan abadi".


Maka, untuk menjaga agar anda tidak ikut stress dikemuadian hari sebaiknya jauhkanlah diri dari isu-isu politik. karena percuma saja anda berdebat sampai muka memerah, karena mungkin saja orang yang ada bela hari ini besok masuk dipartai yang anda benci. 


Banyak sekali contohnya, di deretan Nasional mungkin kasus Anas adalah salah satunya, coba anda baca buku Anas ketika membela SBY beberapa tahun lalu, dan apa yang terjadi sekarang?

Di tingkat lokal juga banyak, saya ambil kasus yang populer saja, yaitu kasus si Roket keluar dari partai PNA dan masuk ke Partai Aceh. setelah 1 bulan berlalu Roket kembali lagi ke PNA. apa anda mengikuti bagaimana pemberitaan ketika meninggalkan PNA? banyak pembela PA yang menjadikan ini sebagai pembenar bahwa PA benar, namun bagaimana perasaan mereka ketika dia kembali ke PNA. dan apa untungnya? tidak ada.

selanjutnya, yang anda harus tahu mereka itu tidak pernah peduli sikap anda. lihat apa kata mereka ketika mereka pindah partai. mereka santai saja, seolah-olah tidak ada beban apa-apa. yang pusing adalah anda selaku pembela.

Saya ambil satu contoh, dalam Acara Indonesia Lawyer Club, ketika pak Karni menyanyakan pada Ahok soal pindah-pidah partai, dia dengan santai menjawab: "yang diperlukan adalah loyalitas pada rakyat, bukan pada partai".


Intinya saya tidak melarang anda untuk menentukan pilihan anda, saya hanya ingin mengingatkan agar anda tidak masuk dalam "taklid partai". Mau partai babi, partai anjing terserah, yang penting calegnya bagus. karena tidak ada guna partainya bagus namun calegnya rusak.

dan satu lagi " dihari pencoblosan nanti: Pilihlah dengan mata hati, bukan dengan mata uang". 

Ads