Hadis Palsu

Advertisement
SUDUT HUKUM | Pengertian hadist maudlu’





هو المختلع المسنوع المنصوب الى رسول الله صلى الله عليه  و سلم زوراً و بهتنانًا سوأٌ كان ذلك عمدا او خطأً
 HADIST yang diciptakan dan dibuat oleh seseorang (pendusta) yang dibangsakan kepada rasul SAW. Secara palsu dan dusta, baik itu disengaja atau tidak.

Cirri-ciri hadist maudlu’
A.      Cirri yang terdapat pada sanad
pengartian hadis palsu
1.       Pengakuan dari sipembuat itu sendiri, seperti pengakuan guru tasawwuf ketika ditanya oleh Ibnu Ismail tentang keutamaan ayat al-quran

2.       Adanya qarinah yang memperkuat adanya pengakuan hadis maudlu’, misalnya seorang rawi mengaku menerima hadist dari seorang guru, padahal mereka tidak pernah bertemu


3.       Qarinah dari tingkah laku siperawi, seperti perkataan ghiyats:

لا سبق الا فى نصل او خفٍ او حافر او جناح
Dalam hadist ini, kata او جناح  merupakan tambahan yang dibuat oleh ghiyats.

B.      Cirri yang terdapat pada matan.

 Ciri yang terdapat pada matan itu ditinjau dari segi makna dan lafaznya. suatu hadist akan memiliki ciri maudlu’ apabila bertentangan dengan Al-quran, hadist yang mutawatir ataupun bertentangan dengan ijma’. Seperti hadist :

ولد الزنا لا يدخل الجنة الى سبعة ابناءٍ
Hadist ini bertentangan dengan al-quran surah al-an’am:164:
و لا تزر وازرة وزر أخرى


Sebab-sebab timbulnya hadist maudlu’
Ada beberapa sebab mengapa adanya hadist maudlu’, yaitu:
1.       Mempertahankan idiologi golongan. Setelah khalifah usman, ummat islam mulai terpecah-pecah dalam beberpa golongan. Maka dalam hal ini, mereka selalu mencari-cari cara untuk menunjukkan bahwa kolompoknyalah yang paling mulia, bahkan dengan membuat hadist palsu sekalipun, dalam hal ini, imam asy-syafii pernah berkata “saya tidak melihat suatu kawum yang lebih berani berdusta selain kaum rafidah”. Dalam sejarah mereka banyak sekali membuat hadist yang menerangkan tentang keutamaan Ali dan ahl bait.
Contoh:
اذا رأيتم معاوية على منبرى فاقتلوه
“apabila kamu melihat muawiyah diatas mimbarku, maka bunuhlah”
2.       Untuk merusak atau mengeruhkan islam, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang zinndiq. Diantara hadist yang mereka buat adalah:

ينزل ربنا عشية عرفة على جمل اورق يصافح الزكبان و يعانق المشاة
“tuhan kami turun dari langit pada sore hari di arafah dengan kendaraan unta kelabu sambil berjabatan dengan dengan orang-orang yang berkendaraan dan memeluk orang-orang yang bejalan”

3.        Karena fanatic kebangsaan, seperti hadist:
ان الله اذا غضب انزل الوحى بلعربية و اذا رضى انزل الوحى بالفارسية
“sesungguhnya Allah, apabila marah menurunkan wahyu dalam bahasa arab, dan apabila ridha menurunkan wahyu dalam bahasa parsi”

4.       Membuat kisah untuk menarik perhatian pendengar, hal ini biasa dilakukan oleh penceramah-pencaramah, namun hal ini kemudian ulama mengatakan boleh, asal tidak bertentangan.

5.       Mempertahankan mazhab dalam masalah khilafiyah. Seperti hadist yang dibuat oleh mereka yang menganggap tidak sah shalat bagi orang mengangkat tangan:

من رفع يديه قى الصلاة فلا صلاة له
“barang siapa yang mengangkat tangan dalam shalat maka shalatnya tidak sah”

6.       Mencari muka dihadapan para penguasa

7.       Kejahilan mereka dalam agama. Dengan kejahilan ini mereka bersikeras untuk berbuat kebaikan untuk agama, namun bukan kebaikan yang dihasilakan , malah hadis-hadis palsu yang menyesatkan.

Itulah setidaknya tujuh sebab mengapa adanya hadist-hadist palsu. Walaubagaimanapun, hadist palsu adalah bukan hal yang baik. Maka oleh sebab itu, ulama-ulama mencari rumusan bagaimana agar tidak bercampurnya sunnah yang asli dengan sunnah yang palsu. Berikut adalah usaha yang mereka lakukan:
1.       Mengisnadkan hadist
2.       Meningkatkan perlawatan mencari hadist
3.       Mengambil tindakan kepada pemalsu hadist
4.       Menjelaskan tingkah laku siperawi hadis
5.       Membuat ketentuan umum tentang klasifikasi hadist
6.       Membuat ketentuan untuk mengetahui cirri hadist.


Inilah gambaran umum tentang hadist palsu, semoga bermanfaat…!
Ads