Klasifikasi Hadist

Advertisement
SUDUT HUKUM | KLASIFIKASI HADIST

sudut hukum
Secara garis pertama, hadist dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu hadist mutawatir dan hadist ahad.

Hadist mutawatir


Hadist mutawatir adalah:

هو خبر عن محسوس رواه عدد جم يجب فى العداة احالة إجتماعهم و تواطئهم  على الكذب

“suatu hasil tangkapan panca indera, yang diriwayatkan oleh sejumlah rawi yang menurut adat kebiasaan mustahil meraka berbohong”

Dari pengertian diatas dapat kita ketahui bahwa suatu hadist baru dikatakan mutawatir jika memenuhi syarat-syarat sebagai beriktu:

  1. Rawi meriwayatkan apa yang mereka tangkap dengan panca indera, artinya hadist yang disampaikan merupakan hasil penglihatan atau pendengarannya sendiri
  2. Dirawi oleh banyak orang, yang menurut kebiasaan jika banyaknya segitu tidak mungkin mereka berbohong. Jumlah banyak menurut abu tayyib adalah 4 orang, sedangkan menurut imam syafii 5 orang, ada juga ulama yang mengatakan banyak adalah 20 orang.
  3. Ada keseimbangan perawi antara tabaqad (lapisan) pertama dengan lapisan selanjutnya

HADIST AHAD


Hadis ahad adalah:
هو م لا ينتهى الى تواتر
“hadist ahad adalah hadist yang tidak mencapai derajat mutawatir”

Hadist ahad dibagi menjadi 3, yaitu:

  • Masyhur
  • ‘aziz
  •  Gharib

Hadist masyhur adalah:
ما رواه الثلاثة فأكثر و لم يصل درجة التواتر
“hadist yang diriwayatkan oleh 3 orang atau lebih namun belum mencapai derajat mutawatir”

Macam-macam hadist masyhur:

  1. Masyhur dikalangan para muhadditsin dan lainnya
  2. Masyhur dikalangan ahli ilmu tertentu
  3. Masyhur dikalangan umum

Hadist ‘aziz adalah
ما رواه اثنان و لو  كان  فى طبقة واحدة ثم رواه بعد ذلك خماعة
“hadist yang diriwayatkan oleh dua orang walaupun pada satu tabaqad yang kemudian diriwayatkan oleh orang banyak”

Hadist gharib adalah
ما انفرد بروايته شحس فى أي موضع وقع التفردبه من اسند
“hadist yang dalam periwayatannya terdapat seseorang yang menyendiri, dimana saja penyendirian itu terjadi”

Hadist ghari juga dibagi dua:

  • Gharib muthlak
  •  Gharib nisbi
Ads