Hak Baru untuk Pengguna Internet di Uni Eropa : “Hak Untuk Dilupakan”

Advertisement
http://s-hukum.blogspot.com/

SUDUT HUKUM | Kasus ini berawal dari sebuah kasus tentang lelang rumah di Spanyol milik Mario Costeja. Enam belas tahun yang lalu, Mario mengalami kesulitan keuangan dan untuk itu rumahnya akan dilelang. Dan pemberitahuan mengenai lelangnya sendiri disiarkan di sebuah surat kabar di Spanyol dan diindex oleh Google saat Koran ini mendigitalkan arsipnya di internet.

Seperti yang dilaporkan oleh BBC, lelangnya sendiri terjadi pada 1998 dan saat semua kesulitan sudah teratasi, Mario hendak melupakan masalah hutang pajak yang sudah menimpanya. Tetapi, masalahnya rupanya tidak berhenti sampai disana, Mario, setiap mengetik namanya sendiri di mesin pencari Google selalu muncul berita mengenai lelang rumahnya itu.

Karena masalahnya sudah lama diselesaikan, Ia lalu meminta agar badan privasi Spanyol mengeluarkan perintah kepada Google agar berita yang muncul di mesin pencari mengenai dirinya dihapus, karena telah merusak reputasi dan privasinya. Permintaan tersebut disetujui oleh badan privasi Spanyol tersebut, namun sayangnya Google menolak dan membawa perkara ini ke Pengadilan dengan dasar bahwa Google tidak boleh melakukan penyensoran atas materi yang telah dipublikasikan oleh Koran.

Pengadilan Spanyol menolak gugatan Google dan Google lalu membawa perkara ini ke European Union Court of Justice. Pengadilan lalu memutuskan untuk bahwa masyarakat berhak untuk meminta agar suatu informasi agar dihapus jika informasi tersebut “inadequate, irrelevant or no longer relevant“.

Dalam putusannya,Pengadilan Uni Eropa menemukan fakta bahwa Google dan mesin pencari lainnya secara sistematis mengkompilasi dan memberikan taut yang hal ini membuktikan bahwa mesin pencari memiliki kontrol atas data pribadi seseorang.

Karena itu, menurut Pengadilan Uni Eropa, mesin pencari harus mendengarkan dan juga terkadang wajibmemenuhi permintaan seseorang saat orang tersebut meminta penghapusan link ke artikel surat kabar atau situs lain yang berisi informasi usang atau tidak menyenangkan tentang diri mereka sendiri.

Atas putusan ini, Viviane Reding, The EU Justice Commissioner, menyambut gembira dalam sebuat post di facebook, dengan mengatakan bahwa hal ini adalah “clear victory for the protection of personal data of Europeans”. Lebih lanjut ia mengatakan “The ruling confirms need to bring today’s data protection rules from the “digital stone age” into today’s modern computing world”.

Kasus ini merupakan ujian penting bagi salah satu peraturan data privasi mengenai “the right to be forgotten”. Peraturan Data Privasi baru ini yang diusulkan oleh Komisi Eropa pada 2012 dan usulan ini didukung juga oleh Parlemen Eropa pada Maret 2014.


Meski kasus ini berawal dari sebuah kasus di Spanyol dan melibatkan Google, tapi putusan atas kasus ini diterapkan terhadap 28 negara anggota Uni Eropa dan seluruh mesin pencari yang beroperasi di Negara – Negara Uni Eropa termasuk Yahoo dan Bing.
Ads