Fenomena ISIS dan Syiah

Advertisement
SUDUT HUKUM | Jangan terlalu bingung. Saat umat bertanya siapa dan apa ISIS, jawab saja dengan merunut konflik Suriah. Dan jelaskan, biang keladi dari ini semua adalah Syièah.
Syièah telah menumpahkan darah muslimin Suriah, sementara dunia hanya menonton, diam membisu. Maka beberapa anak muda dan kelompok jihadis masuk ke Suriah (Syam) untuk membantu saudara-saudaranya tertindas. Solidaritas mereka bangkit, karena mereka memang berhati mulia. Di saat umat Islam lainnya cuek dengan Suriah.
Pemuda-pemuda jihadis ini datang memenuhi rintihan muslimin yang disiksa oleh algojo-algojo Syièah Nushairiyiah. Mereka datang saat mereka mendengar teriakan dan jeritan wanita-wanita muslimah didzolimi dan dilecehkan oleh rezim Syièah Iran, saat istri-istri muda diperkosa di hadapan suami dan anak mereka telah kehabisan suara meminta pertolongan.

Sementara, penguasa-penguasa Arab, justeru berfoya-foya ke Eropa. Mereka gonta-ganti mobil mewah. Ya mereka telah kehilangan hati nurani, jangan tanya kwalitas imannya, apalagi ukhuwah islamiyah yang hanya jadi jargon politik kotor saat kampanye.
Ya pemuda-pemuda dari Indonesia, Malaysia, Eropa, Australia, Yaman, Saudi, Tunisia, Libiya, Amerika, Kanada, Maladeva, dan berbagai Negara lainnya, datang meninggalkan kehidupan mewah mereka, melangkah diiringi tangisan anak isteri mereka, yang mengira ini perpisahan selamanya.
Pemuda-pemuda tersebut ada yang tergabung dengan pejuang lokal dan katibah-katibah di Suriah. Yang lainnya, bergabung dengan Jabhah Nushroh, sebuah wadah bagi para ksatria Islam untuk menunjukkan pembelaannya terhadap Islam. Ada yang bergabung dengan Ahraru Syam,yang merupakan wadah bentukan orang-orang Suriah lokal, yang terinspirasi oleh murid-murid Syaikh  Saèid Hawa dan Sayyid Qutb.
Dan Satu lagi ada yang bergabung dengan ISIS (ISlamic State of Iraq and Sham). Sebuah wadah yang mencita-citakan kekhilafahan. Terlepas dari kritik para ulama terhadap mereka, tetapi jangan lupa di sana masih ada tentara Islam yang mukhlis. Mereka, walau dianggap ‘durhaka’ dari pendahulunya yaitu al-Qaida, tetapi mereka adalah muslimun yang berhak mendapat nasehat, teguran bahkan, pembelaan dari setiap umat Islam.
Jika selama ini Syiah mulai kewalahan dengan serangan mujahidin, akibat dari kekejaman mereka terhadap muslimin ahlu sunnah di Suriah. Kini mereka berupaya menunggangi momentum anti ISIS untuk memandulkan dakwah dan usaha untuk menelanjangi kejahatan dan kesesatan Syièah.
Memang ISIS salah, menurut sebagian para ulama, tetapi, mereka adalah “Ikhwanuna alladzina baghau alaina, -demikian kata Ali RA-. Jika ada orang kafir yang hendak membasmi mereka, umat Islam seharusnya membela mereka. Sambil menasehati, jika mereka terbukti menyimpang.
Biang kerok dari ini semua, Syi’ah, tidak pernah diusut. Justeru PKI, IJABI, ABI dan aliran-aliran produk Barat lainnya yang justeru mengancam eksistensi NKRI ini lebih nyata. Dimana OPM, dimana RMS, ?? Bukankah jelas-jelas hendak mendirikan Negara dalam Negara?
Syi’ah, Syi’ah, Syi’ah, bukankah ia berkiblat kepada Iran, akan merongrong ideology dan wilayah sebuah Negara. Kenapa mendiamkan yang jelas-jelas terbukti menghancurkan Negara. Lihat Yaman, siapa yang membuat ulah?? Hingga sekarang memanas, hingga sekarang banyak tentara Yaman dibunuh dan dipenggal. Siapa lagi kalau bukan Syi’ah.
Lihat Bahrain, siapa yang mencaukan Negara kecil ini, siapa yang memotong lidah para muadzin di Masjid, hanya karena tidak melafadzakan adzan versi Syi’ah?? Siapa lagi kalau bukan Syi’ah. Inilah gerakan separatis yang sangat membahayakan eksistensi sebuah Negara. Ancamannya nyata dan terbutki.
Kini, Kuwait, siapa yang mengacaukan keamanan Kuwait, demikian juga Saudi, biang keroknya satu, Syi’ah-lah pelakunya.
Jika Syi’ah tidak membunuh muslimin Suriah, membakar mereka hidup-hidup, memperkosa muslimah-muslimah Suriah. Gerakan ISIS mungkin tidak ditakuti seperti sekarang. Jika Syi’ah di Irak tidak membunuh dan menggantung pada dai di sana, menangkap wanita-wanita muslimah, lalu menodainya di penjara, tentunya tidak aka nada perlawanan dari umat Islam.
Pejuang di Suriah, dan Irak, hanya ingin bebas dari perilaku setan kaum Syiah Nushairiyah, Rofidhoh, maupun Isma’iliyah. Mereka hanya ingin mendapatkan kenyamanan hidup yang telah dihancurkan oleh kalangan Rofidhoh, atau yang menipu umat dengan baju madzhab ahlu bait. Itu saja. Tidak lebih!.



Ads