Musik Pada Masa Rasulullah SAW Dan Sahabat

Advertisement
Musik Pada Masa Rasulullah SAW Dan Sahabat
Kehidupan masyarakat Islam di masa Rasulullah SAW ditandai oleh dua karakteristik, yaitu (1) sederhana, (2) Banyak berbuat untuk jihad fisabilillah membela Islam dan meluaskannya. Sehingga tidak ada waktu untuk bersenang-senang menciptakan bentuk-bentuk keindahan (seni, musik, lagu) apalagi menikmati.

Orang-orang Islam dengan kepercayaan barunya lebih tertarik oleh seruan jihad daripada lagu dan musik, ini membuktikan bahwa masyarakat Islam di masa Rasulullah bukan tanah yang subur untuk kesenian. Tetapi ketika wilayah Islam meluas, kaum muslimin berbaur dengan berbagai bangsa yang masing-masing mempunyai kebudayaan dan kesenian sehingga terbukalah mata mereka kepada kesenian suara baru dengan mengambil musik-musik Persia dan romawi.
Musik Pada Masa Rasulullah SAW Dan Sahabat


Pada zaman Nabi SAW dan sahabat tidak ada kaum pria yang berprofesi sebagai penyanyi, namun ada yang memiliki suara indah. Orang Arab pada zaman jahiliyah menganggap nyanyian sebagai suatu yang aib bagi kaum laki-laki, bahkan bagi kaum perempuan merdeka dan bukan hamba sahaya, maka dari itu mereka mengkhususkan penyanyi bagi para hamba sahaya wanita.

Adapun tentang adanya penyanyi wanita, telah ditunjukkan oleh sebagian hadist bahwa di Madinah terdapat penyanyi wanita, bahkan Madinah merupakan pusat nyanyian sejak zaman jahiliyah dibandingkan penduduk Mekkah. Sebagaimana telah diisyaratkan oleh Rasulullah SAW:
”Sesungguhnya kaum Anshor sangat menyukai dan mengagumi permainan (nyanyian)”.( Yusuf Al Qardhawy, Nasyid Versusu Musik Jahiliyah, Mujahid Press: Bandung, Cet.I, 2001, Hlm. 11)

Permasalahan lagu dan musik semakin merebak dan marak setelah masa Rosululloh SAW dan sahabat, bahkan banyak penyanyi yang sangat terkenal ketika itu, diantaranya Izzah al Maila. Kemudian pada masa bani Umayyah semakin banyak lagi, bahkan lebih banyak dari sebelumnya. Dan pada masa bani Abasiyyah para seniman dan pujangga semakin bertambah lagi dan banyak dari kaum lakilaki yang terhormat masuk ke dunia musik dan lagu. Mereka banyak mengarang buku-buku tentang musik dan lagu dan menggubah syair-syair lagu bagi para penyanyi. 
Ads