Pengertian Konversi Agama

Advertisement
Pengertian Konversi Agama
Konversi berasal dari kata Conversion (bahasa inggris) yang berarti “berlawanan arah” dengan sendirinya konversi agama berarti terjadinya suatu perubahan keyakinan yang berlawanan arah dengan keyakinan semula.
Pengertian konversi agama secara etimologi berasal dari kata lain “conversio” yang berarti: tobat, tindak, berubah (agama). Berdasarkan arti kata-kata tersebut dapat disimpulkan bahwa konversi agama mengandung pengertian : tobat, berubah agama, berbalik pendirian terhadap ajaran agama atau masuk kedalam agama ( menjadi raderi)
Sedangkan Konvensi Agama menurut terminilogi sebagaimana di kemukakan oleh Max Heirich adalah suatu tindakan dimana seseorang atau sekelompok orang masuk atau berpindah kesuatu sistem kepercayaan atau perilaku yang berlawanan dengan kepercayaan sebelumnya.
Konvensi Agama menurut Walter Horston Clank dalam bukunya ”The Psykology Of Religion” memberikan definisi Konvensi Agama sebagai berikut: Konvensi Agama sebagai suatu macam pertumbuhan atau perkembangan spiritual yang mengandung perubahan arah yang cukup berarti, dalam sikap dan ajaran tindak Agama, lebih jelas dan lebih tegas lagi, Konvensi Agama menunjukkan bahwa suatu perubahan emosi yang tiba-tiba kearah mendapat hidayah Allah secara mendadak telah terjadi. Yang mungkin sangat mendalam atau jangkal.
Pengertian Konversi AgamaDan mungkin pula terjadi perubahan tersebut secara berangsur-angsur. Beralih Agama menurut Weber dan Dirkheim ada tiga, Pertama adalah kecenderungan masyarakat pada doktrin keagamaan tertentu sangat dipengarui oleh kedudukan kelas penganutnya. Kedua adalah beberapa ide Agama mencerminkan karakteristik kondisi manusia yang sangat Universal dan karenanya mempunyai daya tarik luas menfrandensikan pembagian statifikasi sosial. Ketiga adalah perubahan sosial, khusus di organisasi, yang mengakibatkan hilangnya consensus budaya dan solidaritas kelompok dan membuat manusia berada dalam situasi ”mencari komonitas” yakni pencarian nilai-nilai baru yang akan menjadi anutan mereka dan kelompok-kelompok dimana mereka akan bergabung.
Konversi agama secara psikologis, agama sebagai kumpulan memerankan peranan penting proses konversi keseluruhannya. Hal ini merupakan sasaran menarik bagi sosiologi agama, seseorang yang mengalami pertobatan tidak akan tinggal diam. Ia didorong oleh keinginan untuk mencari komunitas keagamaan yang dianggap sanggup memberikan jawaban yang meredakan batinnya. Pada suatu ketika ia menjumpai suatu komunitas yang religius yang menawarkan diri sebagai tempat untuk membangun kehidupan baru dimana tesedia peranan-peranan baru yang memungkinkan pengembangan aspirasinya.

Jikalau dalam kelompok baru itu segala sesuatunya dirasa sesuai dengan keinginannya, maka disitu ia meraa menemukan suatu cara yang diyakini sebagai panggilan baru.
Ads