Mengingat Kebaikan Orang Lain

Advertisement
Sudut Hukum | Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt., Dzat Yang Maha Menciptakan segala yang ada di alam semesta ini dan mencukupi kebutuhannya secara sempurna. Hanya kepada Alloh kita meminta dan memohon perlindungan. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Rosululloh Saw. bersabda:
“Barangsiapa tidak berterimakasih kepada manusia, maka dia tidak bersyukur kepada Alloh.” (HR. Tirmidzi)

Saudaraku, ada dua hal yang penting untuk kita ingat. Pertama, kebaikan orang lain kepada kita.  Dan kedua, keburukan kita kepada orang lain. Namun ada dua hal juga yang perlu kita lupakan. Pertama, kebaikan kita kepada orang lain. Dan kedua, keburukan orang lain kepada kita.
Mengingat Kebaikan Orang Lain

Mengapa demikian? Karena yang membahayakan diri kita bukanlah perbuatan orang lain. Demikian juga yang menjadi kebaikan terhadap diri kita bukanlah perbuatan orang lain. Yang menyebabkan datangnya keburukan dan kebaikan terhadap diri kita adalah perbuatan diri kita sendiri.

Jikalau kita senantiasa mengingat keburukan kita terhadap orang lain, maka sikap yang akan lahir adalah kita senantiasa mawas diri untuk menjaga lisan dan sikap kita dari perbuatan buruk terhadap orang lain. Jikapun kita terlanjur bersikap demikian, maka kita akan segera bertaubat dan meminta maaf kepada orang yang bersangkutan.

Dan ketika kita mengingati kebaikan orang lain terhadap diri kita, maka akan membuat kita senantiasa bersyukur kepada Alloh Swt. dan berterimakasih kepada orang bersangkutan. Kita pun akan termotivasi untuk berbuat baik kepada orang tersebut meski ia tidak memintanya.

Sesungguhnya berterimakasih dan membalas kebaikan orang lain adalah salah satu bentuk syukur kita kepada Alloh Swt. Sebagaimana wasiat Rosululloh Saw. dalam haditsnya:
 “Barangsiapa yang telah berbuat kebaikan kepada kalian, hendaklah kalian membalasnya. Jika kalian tidak mampu membalasnya, maka berdoalah untuknya, hingga kalian tahu bahwa kalian telah bersyukur. Alloh adalah Dzat Yang Maha Tahu Berterimakasih dan sangat cinta kepada orang-orang yang bersyukur.” (HR. Thobroni)

Sahabatku, tidaklah Rosululloh Saw. mewasiatkan kepada kita untuk berterimakasih dan membalas kebaikan orang lain terhadap kita, kecuali pasti terdapat kebaikan di dalamnya. Berterimakasih dan membalas kebaikan orang lain adalah bentuk syukur kepada Alloh Swt., dan bersikap sebaliknya adalah tabiat orang yang kufur terhadap nikmat-Nya.

Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu ingat kebaikan orang lain kepada kita dan membalasnya dengan ucapan terima kasih serta perbuatan baik. Dan, semoga kita termasuk orang-orang yang pandai bersyukur kepada-Nya. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.[*Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )]
Ads