[buku] Hubungan antar-umat Beragama

Advertisement
Sudut Hukum | Pengakuan pemerintah Indonesia terhadap lima agama yang dipeluk masyarakatnya tentu berimplikasi pada sikap pemerintah dalam mengatasi pelbagai persoalan yang berpotensi muncul antar pemeluknya. Sebagai salah satu agama yang diakui di Indonesia, Islam menyajikan prinsip-prinsip berperilaku yang selaiknya dianut para pemeluknya dalam berinteraksi dengan masyarakat yang menganut agama lain. Nilai-nilai keislaman pada Al-Qur'an atau hadis menjadi pedoman penting umat muslim dalam menjaga keharmonisan hubungan antar-umat beragama. Untuk mewujudkan hal tersebut, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an melalui tim tafsirnya menyusun buku yang berjudul “Hubungan antar-umat Beragama.”
[buku] Hubungan antar-umat BeragamaBuku ini, secara umum berisi tentang pola interaksi masyarakat muslim (yang selaiknya) dengan para pemeluk agama lain. Pandangan Islam tentang hakikat manusia sebagai khalifah di muka bumi memberikannya keistimewaan sebagai konsekuensi logis dari tugas kekhalifahannya, di antaranya berbagai kenikmatan yang Allah sediakan di muka bumi berupa flora dan fauna untuk kesejahteraan umat manusia. Namun demikian, apakah manusia sejatinya dapat mengoptimalkan keistimewaan yang telah Allah berikan tersebut? Mendalami hakikat manusia serta interaksinya dengan agama secara apik tertuang dalam bab pertama buku ini.
Pada bab-bab selanjutnya, dipaparkan tentang sikap Islam dalam menghormati agama-agama lain. Berbagai hak dan kewajiban umat beragama dalam kehidupan bermasyarakat pun mendapatkan porsi yang seimbang pada bab ketiga. Konsep damai dan perang menurut Al-Qur'an menggunakan pendekatan tafsir tematik pada buku ini bertujuan mengungkapkan makna, muatan, dan konteks damai atau perang menurut Al-Qu'an sehingga menjadi panduan umat muslim dalam berinteraksi dengan penganut agama lain. Pernikahan beda agama adalah salah satu konsekuensi dari interaksi tersebut, dan secara rinci buku ini telah menjelaskan sejarah serta hukum pernikahan yang dilakukan oleh dua mempelai yang berbeda agama, tentunya dari sisi pandang seorang muslim dengan argumentasi Al-Qur'an dan hadis sebagai dua pedoman hukum Islam. Konsekuensi lain yang muncul dari interaksi antara-umat beragama adalah terjadinya dialog antar penganutnya, baik itu dialog antar pemeluk yang sama maupun dialog antar pemeluk agama yang berbeda. Beberapa versi berdialog dan etikanya pada buku ini disertai beberapa contoh dari Al-Qur'an agar pembaca mengerti beberapa teknik berdialog yang seharusnya dilakukan seorang muslim terhadap penganut agama lain, bahkan terhadap sesama muslim.

Buku yang berisi tidak kurang dari tiga ratus halaman ini diakhiri dengan pembahasan tentang peran negara dalam kerukunan hidup umat beragama. Surah al-Baqarah/2: 213 menjadi dasar pemikiran bahwa umat manusia di dunia ini sesungguhnya adalah satu keluarga besar. Ketika terjadi perselisihan, Allah mengutus seorang utusan (Nabi/Rasul) untuk membimbing manusia ke arah yang benar. Bercermin pada alur yang tersirat pada Surah al-hujurāt/49 ayat ke-6 hingga ke-13, umat muslim seyogianya mampu menjaga kesatuan dan persatuan di antara mereka, bahkan antara umat muslim dengan umat-umat yang lain. Untuk tidak berlebihan memberikan penilaian terhadap pentingnya buku ini, pembacaan yang menyeluruh sangat diperlukan, terlebih bagi umat muslim di beberapa wilayah Indonesia yang saat ini masih minoritas.
Ads