Jangan Tertipu Dengan Slogan "Kembali Kepada Al-Quran dan Sunnah"

Advertisement
Sudut Hukum | Slogan untuk kembali kepada Al-Quran dan Sunnah adalah slogan yang sangat bagus. Sebab keduanya memang sumber rujukan kita dalam beragama.

Namun banyak juga kalangan yang kurang paham, kepada siapakah sebenarnya slogan ini kita arahkan, dan dalam konteks apa seharusnya disampaikan?

Slogan kembali kepada Al-Quran dan Sunnah lebih tepat untuk disampaikan kepada mereka yang telah menukar Al-Quran dan Sunnah dengan paham dan ideologi asing atau sekuler. Misalnya di Turki yang sekuler, ada gerakan untuk kembali kepada Al-Quran dan Sunnah. Atau di negeri Islam yang menjadi korban Westernisasi, sehingga ideologi Islam yang ada diganti dengan ideologi yang datang dari Barat.

Kepada mereka inilah sebenarnya slogan kembali kepada Al-Quran dan Sunnah kita arahkan. Maksudnya kembali kepada Al-Quran dan Sunnah dengan meninggalkan ideologi yang bukan datang dari Allah SWT dan Rasululullah SAW.

Jangan Tertipu Dengan Slogan "Kembali Kepada Al-Quran dan Sunnah"

Tetapi ketika kita mengarahkan kepada sesama umat Islam yang sudah menggunakan Al-Quran dan Sunnah sebagai dasar sumber hukum, lalu dengna slogan kembali kepada Al-Quran dan Sunnah kita malah menafikan sumber-sumber hukum Islam selain keduanya, maka senjata telah digunakan dengan cara yang keliru dan salah sasaran.

Tidak bisa dibenarkan kalau dengan slogan kembali kepada Al-Quran dan Sunnah, kita lantas menginjak-injak Ijma' dan Qiyas yang telah dijadikan sumber sekaligus metode dalam memahami hukum Islam. Dan bukan ciri orang yang paham Islam apabila menafikan pendapat para ulama dan mazhab fiqih dalam memahami Al-Quran dan Sunnah.

Sebenarnya tidak ada yang salah ketika kita berseru untuk kembali kepada Al-Quran dan Sunnah. Tetapi menjadi sangat sesat kalau pemahamannya dibelokkan menjadi memusuhi ijtihad, tafsir, fiqih dan mazhab para ulama.[]
Ads