Nilai Dasar Ajaran Moral dalam Islam

Advertisement
Sudut HukumNilai Dasar Ajaran Moral dalam Islam

Di kalangan masyarakat luas terdapat berbagai pendapat tentang hubungan moral dan agama. Dalam islam, agama merupakan sumber utama dari moralitas manusia, jadi moralitas merupakan bagian dari agama, yakni sebagai pedoman bagaimana manusia seharusnya bertingkah laku sesuai dengan ajaran agama.[1]

Sebagaimana Fazlur Rachman katakan, bahwa dasar ajaran al-Qur’an adalah moral yang memancarkan titik beratnya pada monoteisme dan keadilan sosial. Hukum moral tidak dapat diubah; Ia merupakan perintah Tuhan; manusia tidak dapat membuat hukum moral: bahkan ia sendiri harus tunduk kepadanya, ketundukan itu disebut “Islam” dan perwujudannya dalam kehidupan disebut ibadah atau pengabdian kepada Allah SWT.[2]

Moral, akhlaq dan etika dalam pengetiannya yang mendasar, sebagai konsep dan ajaran yang komprehensif yang menjadi pangkal pandangan hidup tentang baik dan buruk, benar dan salah yang mencakup keseluruhan pandangan dunia dan pandangan hidup. Pembahasan baik dan buruk menurut al-Qur’an dapat dibagi dalam beberapa pokok bahasan. Antara lain:
  • al-Haq dan al-Batil (kebenaran dan kebatilan),
  • al-Islah dan al-Ifsad (perbaikan dan penghancuran),
  • al-Tayyib dan al-Khabis| (yang baik dan yang buruk),
  • al-Hasanah dan al-Sayyi’ah (kebaikan dan keburukan).


Nilai Dasar Ajaran Moral dalam Islam
Adapun pengembangan sifat, sikap dan perilaku dari pokok bahasan diatas sangatlah beragam. Al-Qur’an diturunkan untuk mengajarkan dan menetapkan suatu perbuatan baik dan perbuatan yang lain buruk. Al-Qur’an pun membimbing manusia untuk melakukan perbuatan baik dan benar, dengan disertakan penjelasan bahwa melakukan kebaikan akan mendapat pahala dan melakukan kebatilan akan mendapat dosa. Dalam hal ini manusia diberi kewenangan untuk memilih melakukan perbuatan baik atau perbuatan buruk, akan tetpi manusia pun harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan Allah.

Dari paparan diatas dapat kita simpulkan, bahwa ketaatan atau sikap hormat dan tanggung jawab adalah dua nilai moral dasar yang menjadi landasan atas terbentuknya nilai-nilai moral yang lain, seperti contohnya: kejujuran, keadilan, bijaksana, suka menolong, amanah, dan lain sebagainya.




[1] Lihat, Sutarjo Adisusilo, Pembelajaran Nilai Karakter; Konstruktivisme dan VCT sebagai Inovasi Pendekatan Pembelajaran Afektif, (Edisi. I, Cet. III, Jakarta; Rajawali Pers, 2014), hlm. 50.
[2] Fazlur Rahman, Islam. Terj. Senoaji Saleh, (Cet.II; Jakarta: Bumi Aksara, 1992), hlm. 49.
Ads