Cara Rasul Mengajar

Advertisement
Sudut Hukum | Nabi Muhammad SAW adalah teladan dalam berbagai sisi kehidupan, termasuk dalam hal penggunaan metode pengajaran dalam pendidikan. Hal ini terbukti dengan kesuksesan Nabi SAW dalam mendidik sahabat-sahabatnya. 

Dalam kata hikmah disebutkan at-thariiqatu ahammu minal maddah (metode lebih penting daripada materi ajar). Metode yang baik adalah yang dapat menumbuhkan semangat belajar siswa. 

Untuk menciptakan suasana belajar-mengajar yang kondusif dan menyenangkan, seorang guru harus dapat memilih metode yang tepat. Adalah Nabi SAW telah memberikan contoh dalam penggunaan metode pengajaran dalam mendidik sabahat-sahabatnya.

Karena itu, jika ingin berhasil mendidik siswa, maka guru sebaiknya meneladani metode pengajaran Nabi Muhammad SAW.

Cara Rasul MengajarDi antara metode pengajaran Nabi SAW tersebut adalah, pertama, membangun pola komunikasi efektif, tidak bertele-tele, dan tidak bernada puitis, mengeraskan suara atau mengubah volume suara ketika mengajar, tidak memotong penjelasan, dan diam sejenak di tengah-tengah penjelasan. 

Kedua, menggunakan teknik diskusi. Dengan menerapkan teknik diskusi ini siswa akan termotivasi untuk berperan aktif dan dinamis dalam berdikusi. Hal ini akan mendorong siswa untuk mempersiapkan bahan atau materi yang akan didiskusikan melalui kegiatan membaca. 

Ketiga, mendidik melalui cerita. Cerita memiliki daya tarik yang besar untuk menarik perhatian siswa. Sehingga, nilai-nilai dalam cerita tersebut akan lebih lama melekat dalam diri siswa, bahkan hampir tidak terlupakan.

Keempat, mendidik melalui contoh. Pemberian contoh dalam proses pembelajaran dapat memberikan gambaran pasti, kejelasan, penerangan, pemahaman, dan mudah untuk diingat oleh siswa. 

Kelima, mendidik melalui isyarat gerakan tangan dan kepala. Pandangan siswa akan selalu mengikuti gerakan dan diamnya guru. Karena itulah, siswa akan mudah fokus kepada materi ajar karena terpengaruh oleh gerakan-gerakan tersebut.

Keenam, menggunakan sketsa (gambar) untuk memperjelas keterangan. Sebab, penjelasan yang diperkuat dengan sketsa akan dapat membuat penjelasan semakin jelas. Karena itu, sketsa hendaknya dapat dilihat oleh siswa secara merata.

Ketujuh, menggunakan teknik bertanya. Teknik ini dimaksudkan untuk menarik perhatian siswa dan memancing akal pikirannya agar ikut aktif. Karena itu, seorang guru hendaknya dalam memberikan pertanyaan harus merata ke semua siswa. 

Itulah sebagian metode pengajaran yang diteladankan Nabi SAW. Tentu masih banyak metode pengajaran Nabi SAW yang seharusnya terus digali, diperkenalkan, dan diimplementasikan dalam mendidik anak-anak bangsa. Wallahu alam./*ROL-Oleh: Imam Nur Suharno
Ads