Karya-Karya Sayyid Sabiq

Advertisement
SUDUT HUKUM | Adapun karya-karya Sayyid Sabiq berupa buku yang sebagiannya beredar di dunia Islam, termasuk di Indonesia, antara lain:
  1. Al-Yahud fi al-Qur'an (Yahudi dalam Al-Qur'an),
  2. 'Anasir al-Quwwah fi al-lslam (Unsur-Unsur Dinamika dalam Islam),
  3. Al-'Aqa'id at-Islamiyyah (Akidah Islam),
  4. Ar-Riddah (Kemurtadan),
  5. As-Salah wa at-Taharah wa al-Wudu',
  6. As-Siyam (Puasa),
  7. Baqah az-Zahr (Karangan Bunga),
  8. Da'wah al-lslam (Dakwah Islam),
  9. Fiqh as-Sunnah (Fikih Berdasarkan Sunah Nabi),
  10. Islamuna (Keislaman Kita),
  11. Khasa'is asy-Syari'ah al-Islamiyyah wa Mumayyizatuha (Keistimewaan dan Ciri Syariat Islam),
  12. Manasik al-Hajj wa al-'Umrah (Manasik Haji dan Umrah).
  13. Maqalat Islamiyyah (Artikel-Artikel Islam),
  14. Masadir at-Tasyri' al-lslami (Sumber-Sumber Syariat Islam).
  15. Taqalid Yajib 'an Tazul Munkarat al-Afrah (Adat Kebiasaan: Wajib Menghilangkan Berbagai Kemungkaran Sukaria).
Karya-Karyanya Sayyid Sabiq
Sebagian dari buku-buku ini telah diterjemahkan ke bahasa asing, termasuk bahasa Indonesia. Namun, yang paling populer di antaranya adalah Fiqh as-Sunnah. Buku ini telah dicetak ulang oleh berbagai percetakan di Mesir, Arab Saudi, dan Libanon. Buku ini juga sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa dunia, seperti Inggris, Perancis, Urdu, Turki, Swawahili, dan Indonesia.



Fiqh as-Sunnah mempunyai pengaruh yang luas di dunia Islam. Nasiruddin al-Albani, muhadis dari Suriah, memandangnya sebagai buku terbaik dari segi sistematika penulisan dan bahasanya, meskipun ia mengkritik sebagian hadisnya. Ahli fikih Mesir, Yusuf al-Qardawi, juga mengakui keutamaan buku ini. Menurut keterangannya, ketika bagian "salat dan bersuci" baru terbit, buku ini telah memberikan pengaruh besar untuk menggunakan dalil-dalil Al-Qur' an dan sunnah Nabi SAW secara langsung. Di Indonesia buku ini termasuk buku sumber di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) dan Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (PTAIS). Buku ini juga menjadi salah satu rujukan Komisi Fatwa dan Hukum MUI, Kompilasi Hukum Islam, dan para penceramah.



Sayyid Sabiq seorang ulama yang bersikap moderat, menolak paham yang menyatakan tertutupnya pintu ijtihad. Dalam menetapkan hukum, ia senantiasa merujuk langsung pada Al-Qur'an dan Hadits Nabi Saw, tanpa terikat pada mazhab tertentu, sehingga tidak jarang ia mengemukakan pendapat para ulama yang disertakan dengan dalilnya tanpa melakukan tarjih (menguatkan salah satu dan dua dalil). Lebih dari itu, menurutnya setiap orang boleh memilih pendapat dan pemahaman yang lebih mudah dan ringan bagi dirinya.



Sikap tersebut terlihat jelas dari beberapa pokok pikirannya dari berbagai aspek pemahamannya tentang Islam. Dari beberapa pokok pikiran tersebut, peneliti tidak bisa mengemukakan semuanya dalam pembahasan ini. Namun, hanya beberapa pokok pikiran saja yakni mengenai risalah Islam, al-Qur'an, Hadits, ijtihad dan perundangan Islam (fiqh).
Ads