Pengundangan Undang-undang

Advertisement
SUDUT HUKUM | Berkaitan dengan pengundangan peraturan perundang-undangan yang merupakan salah satu tahapan dalam pembentukan Peraturan Perundangundangan.

Pengundangan Undang-undangPasal 1 angka (12) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011, memberikan definisi Pengundangan adalah penempatan Peraturan Perundang-undangan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia, Berita Negara Republik Indonesia, Tambahan Berita Negara Republik Indonesia, Lembaran Daerah, Tambahan Lembaran Daerah, atau Berita Daerah.

(Lihat: Daftar Undang-undang tahun 2011)

Dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 mengenai pengundangan diatur dalam Bab IX. Pasal 81 undang-undang tersebut menyebutkan bahwa agar setiap orang mengetahuinya, Peraturan Perundangundangan harus diundangkan dengan menempatkannya dalam:
  1. Lembaran Negara Republik Indonesia;
  2. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia;
  3. Berita Negara Republik Indonesia;
  4. Tambahan Berita Negara Republik Indonesia;
  5. Lembaran Daerah;
  6. Tambahan Lembaran Daerah; atau
  7. Berita Daerah.

Berdasarkan Pasal 82 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011, Peraturan Perundang-undangan yang diundangkan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia, meliputi:
  • Undang-Undang/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang;
  • Peraturan Pemerintah;
  • Peraturan Presiden; dan
  • Peraturan Perundang-undangan lain yang menurut Peraturan Perundang-undangan yang berlaku harus diundangkan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.


Kemudian Pasal 83 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011, menyebutkan Peraturan Perundangundangan yang diundangkan dalam Berita Negara Republik Indonesia meliputi Peraturan Perundangundangan yang menurut Peraturan Perundangundangan yang berlaku harus diundangkan dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Sedangkan penjelasan Peraturan Perundangundangan dijelaskan dalam Pasal 84 yaitu:

(1) Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia memuat penjelasan Peraturan Perundang-undangan yang dimuat dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.
(2) Tambahan Berita Negara Republik Indonesia memuat penjelasan Peraturan Perundangundangan yang dimuat dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Pengundangan Peraturan Perundang-undangan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia atau Berita Negara Republik Indonesia dilaksanakan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hukum.

Peraturan Perundang-undangan mulai berlaku dan mempunyai kekuatan mengikat pada tanggal diundangkan, kecuali ditentukan lain di dalam Peraturan Perundang-undangan yang bersangkutan.
Ads