Maqashid menurut Gamal al-Banna (wafat th 2013)

Advertisement
SUDUT HUKUM | Gamal al-Banna yang lahir pada 1920 di provinsi Buhairoh, Mesir adalah adik kandung hasan al- Banna, pendiri gerakan Ikhwanul muslimin. Gamal berada disimpangan jalan kakanya, ia ia tumbuh sebagai pemikir pemberani, liberal. Bahkan kontorversi. Pada 30 januari 2013, gamal meninggal dengan damai di kediamanya, st. Jyaish no 195, abbaseyah, Kairo.

Gamal al-Banna banyak menulis tentang syari’at dan pembahuruan diskursus fiqh Islam, yang slah satu karya pentingnya adlah Naahwu fiqh jadid. Pertengahan 2007 ketika beliau diwawancari: apa unsur baru dalam buku menuju fiqh baru anda? Al-Banna yang terpengaruh gagasan ri’ayah maslahah al-Thufi menyebut al-hikmah sebagai salah satu sumber hukum Islam. 

Maqashid menurut Gamal al-Banna (wafat th 2013)

Al-Hikmah yang dimaksud adalah kebajikan, dan menurutnya dalam konteks kekinian, peradaban eropa dan amerika sebagai pusat peradaban manusia saat ini, bisa dijadikan sumber hukum Islam karena itu bagian dari al-hikmah, menurut al-Banna, al-hikmah mengandaikah apa yang dapat menghasilkan kemaslahatan bagi kehidupan manusia, maka
eropa dan amerika masuk dalam konteks kebajikan yang dimaksud al-Banna.

Al-Banna menaruh perhatian serius terkait dengan dasar-dasar syari’at islam dalam buku Ushul a-syari’ah, ia merombak urutan yang menjadi landasan syari’at Islam: dengan membalik bahwa akal lebih superior dan kedudukanya mendahuli nash atau teks (al-Qur’an dan Hadits). Asumsinya sederhana saja, bahwa dengan akalah kita mampu memahami al-Qur’an secara paripurna. 

Pandangan al-Banna bahwa akal sebagai piranti menelisik alasan hukum Islam merupakan bagian dari kajian Maqashid al-syari’ah. Menurutnya hukum tidak berdiri bebas dengan sendirinya karena selalu ada konteks illat atau alasan yang menyertainya. Untuk mengetahui alasan hukum maka tidak ada cara lain selain bersandar pada piranti akal. Mengetahui illat sebuah hukum adalah bagian dari hikmah. Dan hikmah itulah yang seharusnya ditangkap manusia melalui akalnya.
Ads