Hukum Penarikan Hibah

Advertisement
SUDUT HUKUM | Pada dasarnya hibah tidak boleh ditarik kembali, kecuali hibah atau pemberian orang tua kepada anaknya. Pasal 212 Kompilasi Hukum Islam secara tegas menyatakan bahwa hibah tidak dapat ditarik kembali, kecuali hibah orang tua kepada anaknya.

Hadits-hadits yang menjelaskan tercelanya menarik kembali hibah dan pemberian lainnya menunjukkan akan keharaman hal tersebut.

Hukum Penarikan Hibah


Sebagaimana hadits berikut ini:

عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: قال النبي صلى الله عليو وسلم العائد فى ىبتو
كالكلب يقئ ثم يعود فى قيئو. متفق عليو
Dari Ibnu Abbas ra dia berkata: Nabi Saw bersabda: “orang yang menarik kembali hibahnya seperti anjing yang muntah kemudian anjing tersebut menjilati muntahannya”. (Muttafaq 'Alaih)
Kemudian dalam hadits yang lain, Nabi Saw menyuruh salah satu dari sahabatnya untuk menarik kembali pemberian (hamba) kepada salah satu dari beberapa anaknya. Sebagaimana dalam hadits berikut:

حدثنا عبد الله بن يوسف أخبرنا مالك عن ابن شهاب عن حميد بن عبد الرحمن ومحمد بن
النعمان بن بشير أنهما حدثاه عن النعمان بن بشير: أن أباه أتى بو إلى رسول الله صلى
الله عليو وسلم فقال: إني نحلت ابني ىذا غلاما، فقال: أكل ولدك نحلت مثلو؟ قال: لا،
قال: فارجعو.

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf, telah mengabarkan kepada kami Malik dari Ibnu Syihab dari Humaid bin Abdurrahman dan Muhammad bin Nu'man bin Basyir, bahwasanya mereka berdua menceritakan hadits dari al Nu'man bin Basyir: sesungguhnya bapaknya datang dengannya kepada Nabi Saw lalu berkata: sesungguhnya aku telah memberikan ghulam kepada salah satu dari anakku, kemudian Nabi Saw bertanya: “apakah kamu memberikan hal yang sama kepada seluruh anakmu?”, lalu bapaknya Nu‟man bin Basyir menjawab: tidak, lalu Nabi Saw bersabda: “ambillah kembali pemberianmu”.
Kebolehan menarik kembali hibah orang tua kepada anaknya di maksudkan agar orang tua dalam memberikan hibah kepada anak-anaknya memperhatikan nilai-nilai keadilan. Dalam hadits di atas, Rasul Saw sangat tegas menyuruh untuk menarik kembali pemberian orang tua kepada salah satu dari anak-anaknya.
Ads