Ulama Aceh sebagai Penulis

Advertisement
SUDUT HUKUMUntuk memenuhi kebutuhan terhadap kitab-kitab dan referensi lainnya kepada para murid dan orang yang membutuhkannya para ulama itu menulis dan mengarang kitab-kitab. Diantara para ulama yang mengarang kitab-kitab tersebut adalah:

Ulama Aceh sebagai Penulis


Hamzah Fansuri

Ia adalah seorang ulama yang sangat terkenal dalam masyarakat Aceh, beliau sangat berjasa dalam pengembangan Islam di Aceh. Ia adalah seorang guru yang berhasil mendidik kader ulama penerus risalah, meskipun telah lama meninggal namun masih dikenang oleh umat Islam di Aceh karena memiliki ide dan pikirannya yang dtulis. Diantara karyanya: 
  • Syarh al-Siki, Zinat al-Muwahhidi̅n (Minuman orang-orang yang rindu kepada Allah), kitab ini berbahasa Melayu yang isinya membahas masalah thariqat, syariat, hakikat dan ma’rifat. 
  • Asra al-`A̅rifin fi Baya̅ni Ilmi al-Sulu̅k wa al-Tauhi̅d (rahasia orang-orang bijak yang menjelaskan ilmu thariqat dan ilmu Tauhid), yang digubah dalam bentuk puisi dan prosa. 
  • Al-Muntahi̅ (ujung dari Pencarian), kitab ini dalam bahasa melayu, isinya penggalan dari Al-Qur’an dan al-Hadis dan kata para hukama serta diberikan komentar. 
  • Ruba’i Fansuri, yang membahas masalah tauhid, fiqh, akhlak dan tasawuf. Buku ini ditulis dalam bentuk kumpulan syair. Disamping dari itu adalagi karyanya dalam bentuk sya’ir, antara lain: Syair perahu, Syair burung, Syair dagang, Syair Pungguk, Syair sidang Fakir, Syair Ikan Tongkol.


Syamsuddin As-Sumatrani

Ia adalah seorang ulama yang sangat terkenal pada masanya menurut catatan A. Hasjmy, As-Sumatrani pernah berguru dan belajar pada Hamzah Fansuri. Ia termasuk salah ulama yang sangat produkstif dalam menyebarkan ilmunya kepada muridnya. Karena terlalu banyak ilmu yang ingin diberikan kepada murid-muridnya sementara waktu kesempatan sangat terbatas maka ia banyak menulis dan mengarang kitab-kitab. Menurut penelusuran Al-Yasa’ Abubakar di perpustakaan pesantren Tanoh Abee Seulimum Aceh Besar ditemukan sebanyak 20 buah buku yang ditulis Syamsuddin As-Sumatrani. 

Namun dalam catatan A Hasjmy jumlah karya Syamsuddin As-Sumatrani adalah 22 kitab, yaitu:
  • Mir’ah al-Mukmini̅n (cermin orang yang beiman) dalam bahasa Melayu
  • Risa̅lah Bain al-Mulah̦azat al-Muwahidi̅n `ala al-Mulhidi̅n fi Zikr Allah (pegangan orang-orang atheis dalam berzikir kepada Allah) dalam bahasa Arab.
  • Jawa̅hir al-H̦aqa̅iq (permata Kebenaran) dalam bahasa Arab
  • Kita̅b al-H̦ara̅kah ( Kitab tentang gerakan) dalam bahasa Arab.
  • Nur al-Daqa̅iq (cahaya kejelian) dalam bahasa Arab.
  • Mir’ah al-I̅ma̅n (cermin Keimanan) kitab ini ditulis adalam bahasa Melayu.
  • Syarh Mir’ah al-Qulu̅b (komentar terhadap kitab hati) dalam bahasa Melayu.
  • Tauhid Hati. Merupakan terjemahan dari salah satu kitab Ibnu Arabi, ditulis dalam bahasa Melayu.
  • Syarh al-`A̅rifi̅n (jalan orang arif budiman), ditulis dalam bahasa Melayu.
  • Kita̅b al-Ușu̅l al-Tahqi̅q ( kitab dasar-dasar penguat)
  • Mir’ah al-H̦aqai̅q (cermin kebenaran), dalam bahasa Melayu
  • Kitab Martabah ( kitab tentang Kedudukan), dalam bahasa Melayu
  • Risa̅lah al-Wa̅hab (Risalah tentang Allah Maha Pemberi), dalam bahasa Arab
  • Mir’ah al-Muh̦aqqiqi̅n (Cermin Para ahli Pembukti), dalam bahasa Melayu
  • Tanbih At-Tullab fi Ma’rifah Malik al-Wahab (Catatan untuk para santri dalam upaya mengenal Allah), dalam bahasa Melayu.
  • Zikr Dairat Qab Qawsayn aw Adna, dalam bahasa Melayu.
  • Tuh̦fah al-`Aji̅b ditulis dalam bahasa Melayu.
  • H̦ifzh al-Iman (Pemelihara Iman) ditulis dalam bahasa Melayu.
  • Al-Daru̅rah al-Fakhirat (permata yang Kemilau) ditulis dalam bahasa Melayu.
  • Risalah Islam dan Iman di tulis dalam bahasa Melayu.
  • Risalah Tauhid serta perkataan orang Tahqia ditulis dalam bahasa Melayu.
  • Syarh Ruba’i Hamzah Fansuri.

Syeikh Nuruddin Ar-Raniry

Syeikh Nuruddin Ar-Raniry adalah seorang ulama besar yang memiliki banyak muridnya, juga beliau adalah seorang politikus yang handal dan negarawan yang tangguh. Beliau menjadi Qadhi Malikul Adil pada dua masa Raja berkuasa, yaitu pada akhir masa pemerintahan Iskandar Muda dan masa pemerintahan Iskandar Tsani. Ia seorang guru yang memiliki ilmu pengetahuan yang banyak, banyak ilmu di sumbangkan untuk murid dan banyak juga ilmu yang dituangkan dalam buku-buku. 

Kitab-kitab yang dikarangnya adalah:
  • Al-Șirat al-Mustaqi̅m. Kitab berisikan hukum Islam (fiqih)
  • Dar al-Fara̅idl bi Syarh al-`Aqa̅id. Kitab yang membahas filsafat dan Ketuhanan.
  • Busta̅n al-Salati̅n fi Zikr wa al-Akhiri̅n. Kitab yang berisi sejarah yang lengkap.
  • Akhbar al-Akhirah fi Awwali Yawm al-Qiya̅mah. Kitab yang membahas tentang hari kebangkitan.
  • Hayat al-Habib fi Ghib wa Tarhi̅b. Kitab yang membahas masalah filsafat.
  • Al-Tibya̅n fi Ma’rifatil Asdyan. Kitab yang membahas hal ihwal aliran agama.
  • Asrarul Insan fi ma’rifati Ar-Ruhi wa Ar-Rahman. Kitab yang membahas tentang ruh dan Ketuhanan
  • Lathi̅f al-Asra̅r. Kitab yang membahas rahasia Alam.
  • Nubzah fi Dakwah al-Mada Syihb. Kitab yang berisi filsafat menolak paham wujudiyah.
  • Hill al-Zi̅l. Kitab yang membahas ketuhanan dan menolak paham wujudiyah.
  • Syifa̅’ la-Qulu̅b. Kitab yang membahas filsafat dan akhlak
  • `Umdat al-I’tiqa̅d. Kitab yang menguraikan masalah keimanan.
  • Mawt al-H̦ayat li ahl al-mama̅ti̅. Kitab yang membahas hidup dan mati.
  • Jawa̅hir al-`Ulu̅m fi Kasyf al-Ma’lu̅m. Kitab yang membahas`masalah ketuhanan.
  • Bad’u al-Khalqi Al-Sama̅wati wa al-Ardh. Kitab yang membahas tentang langit dan bumi.
  • H̦ujjat al-Șa̅diq Li Daf` az-Zindi̅q. Kitab yang membahas kesalahan kaum zindik
  • Fath al-Mubi̅n `ala al-Mulhidi̅n. Kitab bantahan terhadap kaum zindiq.
  • Al-Lam’u fi Tafkhi̅ri Man Qalabi̅ al-Khalqi al-Qur’a̅n. Kitab yang menolak kaum mu’tazilah yang menagatakan al-Qur’an adalah makhluk.
  • Tanbi̅h al-`Awa̅mil fi Tahqi̅qi al-Kala̅mi fi Nawafi. Kita yang membahas masalah Tasauf.
  • Șawarin al-Shadiq li Qath’i al-Zindi̅q. Kitab yang membahas penolakan terhadap kaum zindik.
  • Rahiq al-Muhammadiyah fi Thari̅q al-Shufiyah. Kitab yang membahas tasawuf berdasarkan Sunnah Nabi.
  • Kisah Iskandar Zulkarnain.
  • Hikayat Raja Badar. Karya satera dalam puisi (syair)
  • Bab al-Nika̅h
  • Saqyu̅r Rasul. Kitab yang membahas tentang perjuangan dan sejarah Rasul.
  • Mu’amad al-I’tiqad
  • Hida̅yat al-Mubtadi fi Fadhl Lahd al-Muhdi. Kitab Tasauf.

Syeikh Abdur Rauf (Syiah Kuala)

Syeikh Abdul-Rauf adalah seorang ulama besar, seorang negarawan dan juga seorang pemikir dan filosof yang terkenal. Ia diangkat sebagai Qadhi Malikul Adil pada masa pemerintahan Ratu Safiatuddin dan pada masa tiga ratu setelah itu.

 Keulaman beliau sangat terkenal karena banyak meninggalkan karya-karyanya berupa kitab-kitab ilmu penegetahuan dalam berbagai displin ilmu, kitab-kitab tersebut adalah:
  • Turjum al-Mustafi̅d. Yang berisi tafsir al-Qur’an menurut catatan tafsir ini merupakan tafsir pertama di dalam bahasa Melayu.
  • Mir’at al-Tullab, yaitu kitab yang berisi tentang hukum Islam, melengkapi segala bidang hukum termasul dagang dan tata negara.
  • `Umdat al-Ah̦ka̅m, merupakan kitab pengantar Hukum Islam.
  • `Umdat al-Muhatajin Ila Suluki Maslaki Mufradi̅n, kitab yang membahas masalah akhlak.
  •  Daqa̅iq al-H̦uru̅f, kitab yang berisi rahasia huruf
  • Hida̅yat Balaghah `ala Jumatil Mukhassamah, kitab yang beirisi tentang hukum acara dalam Islam.
  • Kifa̅yat Muhatajin, kitab yang membahas madsaklah Akhlak.
  • Baya̅n Tajalli, yang membicarakan masalah filsafat Ketuhanan, menolak paham wiahdatul wujud.
  • Syair Ma’rifat, merupakan karya sastra yang berbentuk puisi membahas masalah ma’rifat Ketuhanan.


Syeikh Jalaluddin Tursaniy.

Ia adalah seorang ulama besar, ahli hukum Islam yang ternama, dan diangkat sebagai Qadhi Malikul Adil pada masa Sultan Alaiddin Johan Syah, 1147-1174 ( 1733-1760 M), di samping dari itu ia juga seorang pengarang yang handal, banyak hasil karya beliau dalam berbagai displin ilmu, antaranya adalah:
  • Mudhar al-Ajla ila Rubait al-`Ala, kitab yang mengandung filsafat yang membahas hubungan makhluk dengan Khaliknya.
  • Safi̅nat al-Hukkam, kitab yang membahas tentang hukum Islam berkenaan dengan hukum dagang, hukum keluarga, hukum tata negara, hukum perdata/pidana, teori pemerintahan yang maju sampai dengan masalah wanita yang menjadi.


Syeikh Muhammad Zein

Syeikh Muhammad Zein adalah seorang ulama yang hidup di zaman sultan Alaiddin Mahmud Syah pada masa inilah syeikh Muhammad Zein diangkat menjadi Qadhi Malikul Adil. Ia seorang ulama yang memiliki banyak murid dan juga ia banyak mengarang dan menulis kitab, diantara lain kitab-kitab karya syeikh Muhammad Zein yang dapat ditelusuri adalah:
  • Aksyi̅f al-Kira̅m, yang membicarakan masalah akhlak dan Tasauf
  • Takhși̅ș al-Fala̅h̦, Sebuah kitab membicarakan masalah filsafat akhlak.


Syeikh Abbas Kuta Karang

Syekh Abbas Kuta Karang ini merupakan Qadhi Malikul Adil pada masa pemerintahan Sultan Alaiddin Ibrahim Mansur Syah tahun 1279-1286 ( 1859-1870). Ia juga ahli ilmu bintang (ilmu falak) yang terkenal pada saat itu dan ahli ilmu obat-obatan. Ia seorang guru yang banyak muridnya yang terkenal dengan seorang pengarang, di antara karya-karya beliau adalah:
  • Sira̅j al-Zalam fi Ma’rifati Sa`adi Wa al-Nahas. Kitab yang berisi tentang ilmu hisab, ilmu perbintangan.
  • Kitab dari bahasa Arab yang membahas ilmu ketabiban dan obat-obatan, buku tersebut sampai sekarang masih dipakai oleh tabib-tabib di Aceh.


Rujukan: 
  1. M Hasbi Amiruddin, Perjuangan Ulama Aceh..., (Yokjakarta, Cinennets, 2004).
  2. A. Hasjmi, Kebudayaan Aceh dalam Sejarah, (Jakarta: Beuna, 1983).
  3. Al-Yasa’ Abubakar dan Wamad Abdullah, Manuskrip Dayah Tanoh Abee, Kajian Keislaman di Aceh pada masa Kesultanan, Kajian Islam , No 2 (1992)
  4. Muhammad Umar, Peradaban Aceh (Tamaddun), (Banda Aceh: Yayasana BUSAFAT , 2006).
Ads