Konsekuensi-Konsekuensi Gadai kaitannya dengan Barang Jaminan

Advertisement
SUDUT HUKUM | Sejak terjadinya perjanjian gadai antara pemberi gadai dengan penerima gadai, maka sejak saat itulah timbul hak dan kewajiban para pihak. Di dalam pasal 1155 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata telah diatur tentang hak dan kewajiban kedua belah pihak. Adapun terkait barang jaminan penerima berhak menjual barang gadai, jika pemberi gadai tidak memenuhi kewajibannya setelah lampau waktu atau setelah dilakukan peringatan untuk pemenuhan janjinya.

Selanjutnya kewajiban penerima gadai diatur didalam pasal 1154, pasal 1156, dan pasal 1157 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Adapun penerima gadai berkewajiban :


  • Menjaga barang yang digadaikan sebaik-baiknya
  • Tidak diperkenankan mengalihkan barang yang digadaikan menjadi miliknya, walaupun pemberi gadai wanprestasi (pasal 1154)
  • Memberitahukan kepada pemberi gadai tentang pemindahan barang-barang gadai (pasal 1156)
  • Bertanggung jawab atas kerugian atau susutnya barang gadai, sejauh hal itu terjadi akibat kelalaiannya (pasal 1157).
Sedangkan pemberi gadai berhak atas barang gadai, apabila hutang pokok dan biaya lainnya telah dilunasinya. Selain itu, penerima gadai juga berhak menuntut kepada pengadilan supaya barang gadai dijual untuk melunasi hutang-hutangnya (pasal 1157).
Konsekuensi-Konsekuensi Gadai kaitannya dengan Barang Jaminan


Adapun pemberi gadai juga mempunyai beberapa kewajiban, yaitu:

  1. Menyerahkan barang gadai kepada penerima gadai
  2. Membayar pokok dan sewa modal kepada penerima gadai
  3. Membayar biaya yang dikeluarkan oleh penerima gadai untuk menyelamatkan barang-barang gadai (pasal 1157).
Apabila salah satu pihak tidak melaksanakan prestasinya dengan baik, seperti misalnya pemberi gadai tidak membayar pokok pinjaman, seperti yang telah diperjanjikan maka pegadaian dapat melakukan pelelangan terhadap benda gadai.(*)