Teori Perundang-undangan

Advertisement
SUDUT HUKUM | A. Hamid S. Attamimi55 membedakan antara teori perundang-undangan dan ilmu perundang-undangan, yang menurutnya teori perundang-undangan berorientasi pada menjelaskan dan menjernihkan pemahaman dan bersifat kognitif , sedangkan ilmu perundang-undangan (dalam arti sempit) berorientasi pada melakukan perbuatan pelaksanaan dan bersifat normatif. 

Teori perundang-undangan dan ilmu perundang-undangan merupakan cabang atau bagian dari ilmu pengetahuan perundang-undangan. Selanjutnya Rosjidi Ranggawidjaja, menguraikan teori perundang-undangan berorientasi pada usaha menjelaskan pemahaman (yang bersifat dasar) antara lain pemahaman tentang undang-undang, pembentuk undang-undang, fungsi perundang-undangan, peraturan perundangundangan, dan sebagainya serta bersifat kognitif.

Relevansi penggunaan teori perundang-undangan pada penelitian ini, digunakan dalam memahami hakekat dan fungsi dari perundang-undangan sebagai dasar penyelenggaraan pemerintahan, serta mendeskripsikan mengenai kewenangan pembentuk perundang-undangan. Tidak juga menutup dalam konteks teori perundang-undangan saja, melainkan juga menggunakan asas-asas yang berkaitan dengan pembentukan peraturan perundang-undangan serta asas yang berkenaan dengan pengkajian terhadap konflik norma.
Advertisement