Pengertian Asas Hukum dalam Peraturan Perundang-undangan

Advertisement
SUDUT HUKUM | Asas dalam bahasa Inggris disebut dengan istilah principle, sedangkan di dalam Kamus Umum Besar Bahasa Indonesia asas dapat berarti hukum dasar atau fundamen, yakni sesuatu yang menjadi tumpuan berpikir atau berpendapat. Selain itu, asas juga diartikan sebagai dasar cita-cita. Asas hukum merupakan sesuatu yang sangat mendasar dalam hukum yang harus dipedomani. Peraturan perundangundangan tidak boleh bertentangan dengan asas dalam hukum. Demikian pula dengan implementasi atau pelaksanaan hukum dalam kehidupan sehari-hari serta segala putusan hakim harus senantiasa mengacu pada asas dalam hukum sehingga tidak boleh bertentangan dengannya.

Pembahasan asas peraturan perundang-undangan berkaitan erat dengan sistem hukum yang berlaku di Indonesia yang cenderung menganut pada civil law sebagai akibat dari sikap represif penjajahan Negara Belanda yang nota bene menganut civil law. Secara garis besar, sistem hukum dibagi dua macam yaitu sistem Eropa Kontinental yang berkembang di Benura Eropa kecuali wilayah Inggris dan Anglo Saxon yang berkembang di wilayah Inggris. Dalam sistem ini hukum lebih banyak dibentuk melalui undang-undang bahkan ada kecenderungan untuk melakukan kodifikasi dan unifikasi atau sekurang-kurangnya dilakukan kompilasi.

Asas adalah dasar atau sesuatu yang dijadikan tumpuan berpikir, berpendapat dan bertindak. Asas-asas pembentuk peraturan perundang-undangan berarti dasar atau sesuatu yang dijadikan tumpuan dalam menyusun peraturan perundang-undangan. Padanan kata asas adalah prinisip yang berarti kebenaran yang menjadi pokok dasar dalam berpikir, berpendapat dan bertindak.Pemahaman terhadap asas dalam pendekatan ilmu hukum merupakanlandasan utama yang menjadi dasar atau acuan bagi lahirnya suatuaturan.Pemahaman terhadap asas hukum perlu sebagai tuntutan etis dalammendalami peraturan perundangundangan yang berlaku.

Asas hukummengandung tuntutan etis, dan dapat dikatakan melalui asas hukum, peraturanhukum berubah sifatnya menjadi bagian dari suatu tatanan etis. Asas hukum merupakan sebuah aturan dasar atau merupakan prinsip hukum yang masih bersifat abstrak. Dapat pula dikatakan bahwa asas dalam hukum merupakan dasar yang melatarbelakangi suatu peraturan yang bersifat konkrit dan bagaimana hukum itu dapat dilaksanakan.

Asas hukum adalah pikiran dasar yang bersifat umum dan abstrak. Asas hukum terdapat dalam setiap sistem hukum dan menjelma dalam setiap hukum positif.Asas hukum merupakan unsur penting dan pokok dari peraturan hukum.Pembentukanhukum praktis sedapat mungkin berorientasi pada asas-asas hukum.Asas hukum menjadi dasar-dasar atau petunjuk arah dalampembentukan hukum positif.Dalam pandangan beberapa ahli, asas mempunyai arti yang berbeda-beda.Asas adalah sesuatu yang menjadi tumpuan berfikir atau berpendapat, dan asas dapat juga berarti merupakan hukum dasar.

Menurut The Liang Gie, asas adalah suatu dalil umum yang dinyatakan dalam istilah umum tanpa menyarankan cara-cara khusus mengenaipelaksanaannya, yang diterapkan pada serangkaian perbuatan untuk menjadi petunjuk yang tepat bagi perbuatan itu.

Satjipto Rahardjo menyebutkan asas hukum ini merupakan jantungnya ilmu hukum. Kita menyebutkan demikian karena pertama, ia merupakan landasan yang paling luas bagi lahirnya suatu peraturan hukum.6Batasan pengertian asas hukum dapat dilihat beberapa pendapat para ahli, diantaranya sebagai berikut:
Bellefroid berpendapat bahwa asas hukum umum adalah norma dasaryang dijabarkan dari hukum positif dan yang oleh ilmu hukum tidak dianggap berasal dari aturan-aturan yang lebih umum. Asas hukum merupakanpengendapan hukum positif dalam suatu masyarakat.

Sementara van Eikema Hommes mengatakan bahwa asas hukum itu tidak boleh dianggap sebagai norma-norma hukum kongkrit, akan tetapi perludipandang sebagai dasar-dasar umum atau petunjuk-petunjuk bagi hukumyang berlaku. Pembentukan hukum praktis perlu berorientasi pada asas-asas hukum tersebut. Selanjutnya Scholten mengatakan asas hukum adalah kecenderungankecenderungan yang disyaratkan oleh pandangan kesusilaan kita pada hukum,merupakan sifat-sifat umum dengan segala keterbatasannyasebagaipembawaan yang umum itu, tetapi yang tidak boleh tidak harus ada.

Menurut pendapat Sudikno Mertokusumo, asas hukum adalah bukan merupakan peraturan hukum konkrit, melainkan merupakan pikiran dasar yang umum sifatnya atau merupakan latar belakang dan peraturan yang konkrit yang terdapat dalam dan di belakang setiap sistem hukum yang terjelma dalam peraturan perundang-undangan dan putusan hakim yang merupakan hukum positif dan dapat diketemukan dengan mencari sifat-sifat umum dalam peraturan konkrit tersebut.

Jadi, asas hukum bukanlah kaidah hukum yang konkrit (nyata), melainkan merupakan latar belakang peraturan yang konkrit dan bersifat umum atau abstrak. Umumnya asas hukum tidak dituangkan dalam bentuk peraturan yang konkrit atau pasal-pasal seperti misalnya asas reo, asas res judicato pro veritate habetur, asas  lex posteriori derogat legi priori dan lain sebagainya. Akan tetapi, tidak jarang juga asas hukum dituangkan dalam peraturan konkrit seperti misalnya asas the presumption of innocence yang terdapat dalam Pasal 8 UUNo. 14 Tahun 1970 dan asas nullum delictum nulla poena sine praevia lege poenali seperti yang tercantum dalam Pasal 1 ayat 1 KUHPidana.

Rujukan:


  • Ishaq.Dasar-dasar Ilmu Hukum, (Jakarta: Sinar Grafika, 2007), 
  • Fence M. Wantu Dkk, Cara Cepat Belajar Hukum Acara Perdata(Jakarta:, Reviva Cendekia, 2002),
  • Rosjidi Ranggawidjaja, Pengantar Ilmu Perndang-undangan Indonesia (Bandung: Mandar Madju, 1998), 
  • Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, Edisi III, 2002),