Risiko Dalam Asuransi Jiwa

Advertisement
SUDUT HUKUM | Asuransi jiwa adalah asuransi yang bertujuan menanggung orang terhadap kerugian finansial tak terduga yang disebabkan karena risiko hidup. Risiko hidup tersebut akan ditanggung oleh perusahaan asuransi jiwa. Tujuannya adalah agar beban yang ditanggung orang yang sedang terkena risiko tidak terlalu berat, inilah arti pentingnya asuransi. Di dalam asuransi jiwa risiko yang dihadapi ialah:

  • Risiko kematian

Meskipun kematian merupakan sesuatu yang mengandung kepastian, namun kapan tepatnya saat kematian seseorang berada diluar kendali orang tersebut. Risiko kematian bisa mengakibatkan kerugian finansial apabila terjadi pada pencari nafkah. Bagi kebanyakan keluarga pada umumnya kematian dari pencari nafkah, maka tidak terhindarkan selanjutnya akan mengalami kesulitan keuangan sejalan dengan terhentinya penghasilan keluarga.

Pengertian bahaya dalam asuransi jiwa adalah meninggalnya orang yang jiwanya diasuransikan. Meninggalnya seseorang itu merupakan hal yang sudah pasti, setiap makhluk bernyawa pasti mengalami kematian. Akan tetapi, kapan dan apa penyebab meninggalnya seseorang tidak dapat dipastikan (evenemen).

Evenemen itu ketidakpastian kapan dan apa penyebab meninggalnya seseorang, sebagai unsur yang dinyatakan dalam definisi asuransi jiwa. Karena itu maka perlu dicantumkan dalam polis. Ketidakpastian kapan meninggalnya seorang Tertanggung atau orang yang jiwanya diasuransikan merupakan risiko yang menjadi beban Penanggung dalam asuransi jiwa. Evenemen meninggalnya Tertanggung itu berisi 2 (dua), yaitu meninggalnya itu benar-benar terjadi dalam jangka waktu asuransi, dan benar-benar tidak terjadi dalam jangka waktu asuransi berakhir. Kedua-duanya menjadi beban Penanggung.

Bagi yang ingin menghindari situasi keuangan yang tidak menyenangkan ini, maka jawabannya adalah dengan melakukan antisipasi risiko kerugian finansial tersebut dengan cara membeli asuransi jiwa, yang akan membayar sejumlah uang ganti rugi ketika orang yang diasuransikan meninggal dunia. Sehingga saat terjadinya peristiwa kematian yang betul-betul mengandung ketidakpastian inilah yang menyebabkan perlindungan asuransi tersebut diperlukan.

  • Hidup seseorang terlalu lama

Manusia yang mendapat karunia berumur panjang apabila tidak diimbangi dengan kesehatan yang baik, maka itu bukanlah hal yang membahagiakan. Ini menjadi risiko hidup yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan akan menjadi beban orang disekitar yaitu keluarga. Hal ini tentu akan membawa banyak aspek, apabila risiko yang terdapat pada diri seseorang tidak diasuransikan kepada perusahaan
asuransi jiwa.

Mengantisipasi kerugian finansial dengan cara membeli asuransi jiwa penting dilakukan bagi tiap orang yang memiliki tanggungan, terutama bagi mereka yang sudah menikah apalagi jika pasangannya tidak mempunyai penghasilan, ditambah lagi bagi yang sudah memiliki anak. Sebab memiliki asuransi jiwa sebagai bagian dari perencanaan keuangan keluarga berarti memastikan bahwa orang-orang yang hidupnya bergantung secara finansial tidak akan mengalami kesulitan keuangan jika meninggal. Inilah yang menyebabkan perlindungan asuransi tersebut
diperlukan.

  • Risiko cacat total

Cacat total tetap bisa saja disebabkan oleh sakit ataupun kecelakaan. Ini juga termasuk salah satu risiko yang ditanggung oleh perusahaan asuransi jiwa. Ketika seseorang mengalami cacat, maka tidak dapat melakukan pekerjaan sebagaimana mestinya yang akan berdampak pada hilangnya penghasilan. Sehingga akanmenjadi beban bagi orang disekitar yaitu keluarga.
Advertisement