Syarat dan Rukun Akad

advertisements
SUDUT HUKUM | Syarat-syarat yang terkait dengan rukun akad tersebut, menurut pandangan ahliahli hukum Islam disebut syarat terbentuknya akad yaitu:
  • Kecakapan minimal (tamyiz);
  • Berbilang pihak;
  • Persesuaian ijab dan qabul; d) Kesatuan majelis akad;
  • Obyek akad dapat diserahkan;
  • Obyek akad tertentu atau dapat ditentukan;
  • Obyek akad dapat ditransaksikan (berupa benda bernilai dan dimiliki);
  • Tidak bertentangan dengan syariah.

Menurut ahli-ahli hukum Islam, rukun yang membentuk akad ada 4, yakni:
  • Para pihak yang membuat akad;

Para pihak yang membuat akad harus memenuhi dua syarat, yaitu:
  1. Tamyiz;
  2. Berbilang pihak.

  • Pernyataan kehendak dari para pihak;

Pernyataan kehendak harus memenuhi dua syarat, yaitu:
  1. Adanya persesuaian ijab dan kabul dalam arti tercapainya kata sepakat; 
  2. Kesatuan majelis akad.

  • Obyek akad;

Obyek akad harus memenuhi tiga syarat, yaitu:
  1. Obyek itu dapat diserahkan;
  2. Tertentu atau dapat ditentukan;
  3. Obyek itu dapat ditransaksikan (bernilai dan dimiliki).

  • Tujuan Akad

Tujuan akad harus sesuai dengan syariah atau tidak bertentangan dengan syariah. Rukun-rukun dan syarat-syarat tersebut diatas dinamakan pokok. Apabila pokok ini tidak terpenuhi, maka tidak terjadi akad dalam arti tidak memiliki wujud yuridis syar’i atau disebut akad batil.