Ads

Tingkatan Puasa

Advertisement
Hai Orang-orang yang beriman telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (Q.S: 2: 183).
Derajat orang berpuasa ada tiga thabaqat derajat; Akhmad Syarifuddin memaparkan pendapatnya Imam Al-Ghazali dan para ulama’ lain mengklasifikasikan puasa dalam tiga tingkatan:
tingkatan-puasa


Puasa Umum (Awam).

Puasa hanya sekedar mengekang diri dari makan, minum, serta bersetubuh dengan istri di siang hari, atau hal-hal lain yang dapat membatalkan puasa.

Tingkatan ini lazim dikaitkan dengan masyarakat awam pada umumnya karena itu dinamakan shaumul awwam ’puasa model orang awam’

Puasa Khusus.

Puasa dengan mengekang diri dari makan, minum. Serta bersetubuh dengan istri di siang hari, atau hal-hal lain yang dapat membatalkan puasa, meninggalkaan makan, minum dan syahwat karena Allah dengan mengharapkan ampunan dan surga atau terhindar dari api neraka. Disamping itu. Mata, telinga, kaki dan yang dipelihara dari melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama, seperti dusta, adu domba, dan berbuka dengan makanan haram. Tingkatan puasa kedua yang disebut shaumul khusus atau shaumul khawas’puasa orang-orang pilihan‘ yang lazim dikerjakan orang-orang saleh.

Puasa khusus dari yang khusus.

Puasa dengan memelihara stabilitas hati dari tujuan yang bersifat duniawi, disamping memelihara diri dari perbuatan dosa dan hal-hal seperti makan, minum, dan seks, serta hal-hal yang membatalkan puasa, meninggalkan makan dan minum serta syahwat, bahkan menahan hati dari segala yang lain dari Allah, karena semata-mata mengharap keridlaan-Nya saja, sebagaimana yang dilakukan oleh para Nabi dan Rasul, dan karenanya disebut dengan nama syaumul khususul khusus “puasa model orang-orang pilihan diantara para pilihan”.