Riwayat Singkat dan Karya Franz Magnis Suseno

advertisements
Dr. Franz Magnis Suseno adalah anggota serikat Yesus dan dosen filsafat atau etika sosial politik di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta. Disamping itu juga sebagai dosen tidak tetap Fakultas Sastra Universitas Indonesia dan Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan. Frans Magnis Suseno lahir di Eckerdorf, Jerman, pada 68 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 26 Mei 1936. Keahliannya dibidang ilmu filsafat, teologi dan teori politik diperolehnya di Hochschule Fur Philosophie, Pullach, juga di Institut Filsafat Teologi di Yogyakarta dan Universitas Munchen pada tahun 1973.

Franz Magnis Suseno
Presiden Jokowi dan Franz Magnis Suseno
Sebagai seorang imigran yang berkebangsaan Jerman, Frans Magnis Suseno merupakan seorang yang mudah beradaptasi dengan lingkungan barunya di Indonesia. Ia merupakan pemikir katolik yang cerdas dan banyak disegani tidak saja pada komunitas Katolik, namun juga pada komunitas agama lainnya. Hal ini tidak terlepas dari keluasan dan keterbukaan cara pandang keagamaannya.

Franz Magnis Suseno menghabiskan waktu hidupnya dalam kegiatankegiatan intelektual seperti menulis buku, menghadiri dan menjadi nara sumber forum-forum ilmiah baik dalam dan luar negeri. Disamping itu beliau juga sebagai rohaniawan yang rajin dan bertanggungjawab, sehingga kerap kali terlihat dalam forum-forum lintas iman untuk menumbuhkan kesadaran kebersamaan dan pluralieme agama ditengah-tengah kita.

Jerih payah dari aktivitasnya intelektualnya telah melahirkan karyakarya monumental yang disumbangkan kepada bangsa ini, lebih dari 100 karangan populer dan ilmiah. Karya-karyanya antara lain: Normative Vorausstzungen Im Dentein Des Jungen Marx (1843-1848) (1975), Etika Umum, Masalah-Masalah Pokok Filsafat Moral (1987), Javanische Weishat And Ethik, Studien Zu Einor Ostiichen Moral (1981), Kita Dan Wayang (1982), Etika Jawa Dalam Tantangan (Bersama Drs. Rekso Susilo) (1983), Etika Jawa, Sebuah Analisa Falsafi Tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa (1984), Moral Dan Kuasa (1986), Etika Dasar (1987). Etika Politik, Prinsip-Prinsip Moral Dasar Kenegaraan Modern (1987), Neue Schwingen Fur Garuda, Indonesia Zwischen Tradition and Modern (1989), Berfilsafat dari Konteks (1991), Wayang dan Panggilan Manusia (1991), Filsafat Sebagai ilmu Kritis (1992), Beriman dalam Masyarakat, Butir-Butir Teologi Kontekstual (1993), Mencari Sosok Demokrasi Sebuah Telaah Filosofis (1995).

Tidak heran jika Romo Magnis tidak diragukan lagi dalam memberikan fatwa-fatwa filsafat, teologi, etika dan masalah-masalah budaya. Pada suatu kesempatan penulis juga mengikuti seminar (tahun 2003 di Semarang) dimana Romo Magnis menjadi nara sumber tentang Agama dan Teorisme. Dia sangat lantang menyuarakan bahwa agama manapun sangat anti terhadap teoris (kekerasan) dan perlunya kita untuk mengembangkan prilaku hidup yang inklusif dan damai.