Karya-karya HAMKA

Di dalam kehidupan Hamka, tidak hanya untuk beribadah dan berjuang saja. Akan tetapi beliau juga menulis, oleh sebab itu dapat dilihat untuk kepentingan umum guna diwariskan kepada generasi yang akan datang. Adapun karya-karya Hamka yang terkenal antara lain, dalam bidang bahasa dan sastra sebagaimana yang telah disebutkan bahwa Hamka adalah seorang sastrawan dan budayawan yang terkenal pada masa Balai Pustaka. Maka banyak pula karangan-karangan beliau pada bidang tersebut, yaitu diantaranya:

Karya-karya HAMKA

  1. Laila Majnun
  2. Kepentingan Melakukan Tabligh
  3. Majalah Tentara
  4. Majalah Al-Mahdi
  5. Mati Mengandung Malu
  6. Di bawah Lindungan Ka'bah
  7. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk
  8. Di Dalam Lembah Kehidupan
  9. Merantau ke Deli
  10. Terusir
  11. Tuan Direktur
  12. Di jemput Mamaknya
  13. Keadilan Ilahi
  14. Cemburu
  15. Di lembah cita-cita
  16. Mahdi Cahaya di Tanah Suci
  17. Di Tepi Sungai Dajlah
  18. Menunggu Beduk Berbunyi
  19. Ayahku
  20. Pribadi.

Di samping itu juga Hamka mengarang buku-buku yang bersangkutan dengan agama dan falsafah, karena Hamka adalah seorang ulama dan juga seorang filosof agama. Oleh sebab itu banyak karya-karyanya yang terkenal, seperti :
  1. Khatibul Ummah
  2. Adat Minangkabau dan Agama Islam
  3. Ringkasan Tarikh Ummat Islam
  4. Hikmah Isra Mi'raj
  5. Falsafah Hidup
  6. Lembaga Hidup
  7. Negara Islam
  8. Islam dan Demokrasi
  9. Revolusi Agama
  10. Sesudah Naskah Renville
  11. Pedoman Mubaligh Islam
  12. Agama dan Perempuan
  13. Muhammadiyah Melalui Tiga Zaman
  14. 1001 Soal Hidup
  15. Pelajaran Agama Islam
  16. Islam dan Kebatinan
  17. Sejarah Ummat Islam
  18. Lembaga Hilmat
  19. Falsafat Ideologi Islam
  20. Kedudukan Perempuan dalam Islam
  21. Keadilan Sosial dalam Islam
  22. Perkembangan Tasawwuf dan Pangkalnya
  23. Tasawwuf Modern
  24. Mengembalikan Tasawwuf ke Pangkalnya
  25. Pengarang Buku Tafsir Al-Azhar dari juz 1 sampai XXX

Demikianlah buku-buku yang telah dikarang oleh Hamka selain bukubuku yang telah dikarang dan dimuat di dalam majalah yang diterbitkan. Beliau melakukan hal ini atas dasar kerelaan tanpa mengharapkan upah dan jasa, bahkan sebaliknya beliau melakukan karena kasih Allah SWT, melalui kasih sayang kepada sesama manusia.