Tujuan Toleransi Antar Umat Beragama

SUDUT HUKUM | Ditinjau dari kepentingan agama-agama itu sendiri dalam membina masyarakat dan bangsa, maka kerukunan antar uamt beragama mempunyai tujuan antara lain.
  • Memelihara Eksistensi Agama

Sebagai makhluk sosial manusia dalam segala segi kehidupan tidak mampu melepaskan diri dari keterkaitannya pada orang lain. Dari keterkaitan inilah yang menjadikan orang untuk berusaha mengelimir sikap radikal dengan mempertimbangkan pihak lain, serta mengutamakan keadilan.

Tujuan Toleransi Antar Umat Beragama


Dari sikap tersebut menjadikan antara golongan umat beragama saling menyegani, sehingga terbina saling menghargai dan saling menghormati. Apabila setiap golongan agama mampu memelihara wibawa masing-masing.Hal ini harus disadari, walaupun agama itu milik Allah Tuhan yang maha Esa, tetapi telah diamanatkannya kepada manusia , maka kewajiba memelihara agama itu berada di tangan penganut agama itu sendiri.
  • Memelihara persatuan dan rasa kebangsaan

Dengan belajar kepada sejarah umat beragama di Indonesia mendapat masukan dalam berpikir secara historis dan menjadikan sejarah itu sebagian bahan dalam memelihara dan membina persatuan. Negara dan pemerintahan tidak mengahalangi setiap golongan agama untuk menyiarkan dan menyebarkan agamanya. Namun demikian kebebasan disini tidak dapat ditafsirkan dengan kebebasan tanpa batas dan harus didasarkan kepada prinsip pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 dengan berorientasi kepada pemeliharaan persatuan dan rasa kebangsaan.

Dengan memelihara rasa kebangsaan, maka tidak akan melemahkan ikatan solidaritas golongan, dalam hal ini termasuk golongan agama. Rasa kebangsaan menghilangkan rasa asing dan sikap permusuhan antara golongan. Dengan sikap ini memudahkan bagi umat beragama untuk mewujudkan dan memelihara kerukunan. 
  • Mewujudkan masyarakat religius

Masyarakat religius yang dimaksudkan disini adalah masyarakat yang menghayati, mengamalkan agamanya itu sebagai pegangan dan tuntunan hidup, berbuat, bertingkah laku dan bertindak berdasarkan dan sesuai dengan garis-garis yang telah terkhittah dalam agamanya.

Keindahan masyarakat religius, tercermin dalam kerjasama yang harmonis antar golongan dalam masyarakat itu sendiri. Kerjasama merupakan konsekuensi logis dari hasil musyawarah dan mufakat. Masyarakat yang diidamkan mustahil dapat terwujud tanpa didukung dengan kerjasama. Tiap anggota merasa terpanggil serta mempunyai rasa tanggung jawab atas keutuhan dan kemajuan masyarakat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel