Dactyloscopy

Pengertian Dactyloscopy

Dapat dikemukakan pengertian dari Dactyloscopy adalah:

  1. Dactyloscopy, berasal dari bahasa Yunani daktolus, yang artinya jari dan skopioo yang artinya mengamati; jadi secara harafiah berarti mengamati sidik jari.
  2. Dactyloscopy (dactyloscopy, Daktylograph) adalah ilmu yang mempelajari sidik jari untuk keperluan pengenalan kembali (identifikasi) orang.

Penyelenggaraan dactyloscopy adalah kegiatan mencari, menemukan, mengambil, merekam, mengamati, mempelajari, mengembangkan, merumuskan, mendokumentasikan, mencari kembali dokumen, dan membuat keterangan sidik jari seseorang.

Teknik dactyloscopy dalam pengusutan perkara pidana mengambil peranyang cukup penting. Tidak ada satu orang ataupun dua orang yang berlainanyang mempunyai bentuk-bentuk teraan jari yang sama. Kelebihan teknik dactyloscopy ini ialah alat-alat dan cara-cara pengambilannya sangat sederhana dan mudah, klasifikasinya pun lebih baikdan lebih universal. Dengan adanya dasar-dasar yang kuat, maka dactyloscopy sampai sekarang dianggap sebagai suatu sistem identifikasi orang (a meansof personal identification yang positif).

Sidik jari adalah hasil reproduksi tapak-tapak jari, baik yang sengaja diambil atau diciptakan dengan tinta, maupun bekas yang ditinggalkan pada benda karena pernah terpegang atau tersentuh dengan kulit telapak (frictionskin) tangan atau kaki.

Macam–Macam Dactyloscopy

Daktyloskopy atau identifikasi sidik jari merupakan hal yang penting dalam suatu perkara pidana untuk mengidentifikasi pelaku, khususnya dalam tempat kejadian perkara. Sidik jari laten adalah jejak yang tertinggal akibat menempelnya alur jari.

Sidik jari laten harus dimunculkan sebelum dapat dilihat dengan kasatmata. Sidik jari mempunyai beberapa jenis:
  1. Sidik jari yang terlihat seperti debu, lumpur, darah, minyak, atau permukaan yang kontras dengan latar belakangnya.
  2. Sidik jari laten, tersembunyi sebelum dimunculkan dengan serbuk ataualat phy light;
  3. Sidik jari cetak, pada permukaan yang lembut seperti lilin, purtty;
  4. Sidik jari etched, pada logam yang halus disebabkan oleh asam yangada pada kulit.

Hasil dari identifikasi sidik jari terdapat beberapa pola sidik jari yaitu:
  • Pola LOOP, dalam pola loop terdapat satu delta pada alut kulit dan mengalir dari kanan kembali ke kanan;
  • Pola WHORL, sedangkan pola whorl terdapat dua delta dengan alur melingkar menuju pusat;
  • Pola ARCH dan TENTED ARCH, pola arch tidak mempunyai pusat sidik jari. Pola arah sangat jarang dimiliki manusia. Pola tented arah juga tidak mempunyai pusat sidik jari, adanya garis ke atas ditengahnya seperti tenda.

Pada penjelasan yang ada pada buku A. Gumilang, beliau membagi sidik jari menjadi beberapa macam, antara lain:

  • Latent prints (sidik jari laten)
Laten berarti tersembunyi atau tak tampak, maka pada penggunaan ilmu kedokteran forensik istilah sidik jari laten berarti kemungkinanadanya atau impressi secara tidak sengaja yang ditinggalkan dari alur-alur tonjolan kulit jari pada sebuah permukaan tanpa melihat apakah sidik jari tersebut terlihat atau tak terlihat pada waktu tersentuh.

  • Patent prints ( sidik jari laten)
Sidik jari ini adalah impressi dari alur-alur tonjolan kulit dari sumber yang tak jelas yang dapat langsung terlihat mata manusia dan disebabkan dari transfer materi asing pada kulit jari ke sebuah permukaan. Karena sudah dapat langsung dilihat sidik ini tidak butuh teknik-teknik enhancement, dan diambil bukan dengan diangkat, tetapi hanya dengan difoto.

  • Plastic prints (sidik jari plastik)
Sidik plastik adalah impressi dari sentuhan alur-alur tonjolan kulit jariatau telapak yang tersimpan di material yang mempertahankan bentuk dari aluralur tersebut secara detail. Contoh umum: pada lilin cair, deposit lemak pada permukaan mobil. Sidik jari ini dapat langsung dilihat, tetapi penyidik juga tidak boleh mengeyampingkan kemungkinan bahwa sidik jari laten yang tak tampak dari sekongkolan pelaku mungkin juga terdapat pada permukaan tersebut. Usaha untuk melihat impressi–impressi non plastik pun harus dilakukan.

Taktik dan Teknik Dactyloscopy

Para penyidik apabila terjadi suatu kejadian, maka pada umumnya akan memecahkan permasalahan-permasalahan yang timbul antara lain sebagai berikut:

  1. Peristiwa apa yang terjadi?
  2. Dimana terjadinya?
  3. Bilamana terjadinya?
  4. Dengan alat apa dilakukan?
  5. Bagaimana melakukannya ?
  6. Mengapa perbuatan tersebut dilakukan?
  7. Siapa yang melakukan?
Melalui identifikasi berbagai bukti-bukti fisik yang ditemukan di tempat kejadian (crime scene), dapat ditelusuri berbagai permasalahan yang timbuldalam kasus kejahatan tersebut, mulai dari masalah peristiwa apa yang terjadi sampai dengan masalah siapa pelaku dari peristiwa tersebut.

Mengenai sidik jari didasarkan atas 3 dalil yang nyata yaitu :

  1. Setiap jari mempunyai ciri-ciri tersendiri ditinjau dari segi detailnya, dan tidak sama dengan yang lain;
  2. Ciri-ciri garis itu sudah termasuk sejak janin berumur kira–kira120 hari di dalam kandungan ibu, sampai hancur (decompostition) setelah meninggal dunia;
  3. Seperangkat sidik jari dapat dirumus, sehingga dapat diadministrasikan.
Adapun dasar -dasar yang dipakai oleh dactiloscopy ialah:

  • Bentuk teraan jari (finger print;finger impression) seseorang tidak mengalami perubahan sejak lahir sampai mati.
  • Tidak ada satu orang ataupun dua orang yang berlainan yangmempunyai bentuk-bentuk teraan jari yang sama.
  • Penggolongan kelas bentuk-bentuk teraan jari dapat dilaksanakan dengan mudah dan sederhana dengan jalan membagi bentuk-bentuk jari dalam beberapa golongan bentuk.
Pelaksanaan teknik daktiloskopi membutuhkan peralatan yang khusus antara lain:

  1. Tinta dactyloscopy yang biasanya berwarna hitam
  2. Sepotong kaca atau benda lain yang keras dan licin berukuran30x15cm
  3. Roller (roda karet), untuk meratakan lapisan tinta pada kaca
  4. Formulir (slip) teraan jari terbuat dari kertas putih agak tebal menurutukuran yang telah ditentukan
  5. Meja kecil untuk meletakan dan melakukan pengambilan teraan jari, sebaiknya dengan tinggi ±125cm.
  6. Alat-alat untuk membersihkan jari dan alat-alat pengambilan teraan jari seperti: sabun, bensin/minyak tanah, lap dan lain-lain.
Orang yang akan diambil teraan jarinya berdiri disebelah kanan dan diperintahkan untuk mengikuti gerakan dengan dilemaskan (relax). Setelah itu mulai dengan menggulingkan jari-jari pada tinta di kaca satu persatu, dimulai dengan ibu jari kanan. Jari yang diberi tinta cukup diambil satu ruas ujung ditambah dengan setengah ruas kedua. Cara pengambilan teraan semacam ini disebut “Teraan berguling” maksudnya agar mendapatkan seluruh gambaran atau permukaan teraan jari yang seluas-luasnya (rolled impression). Setelah itu dibuat “Teraan rata”, yaitu pengambilan teraan secara sekaligus dari kelima jari kanan dankiri.

Akan tetapi karena keadaan kelima jari itu tidak sama panjang, biasanya diambil dulu empat jari bersama-sama (telunjuk sampai dengan kelingking), lalu ibu jari dan cara menempelkannya supaya sejajar dengan keempat jari lainnya, cara ini  disebut : Teraan rata (plain impressions), yang diambil dari seluruh bagian jarijari itu.

Dapatkan Artikel Terbaru dari suduthukum.com Via E-mail: